Kasipidum Kejari Labuhanbatu Donnel Haratua Sitinjak SH Jagokan Prancis Juara

- Sabtu, 14 Juli 2018 15:51 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/07/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Labuhanbatu (SIB)- Kasipidum Kejari Labuhanbatu Donnel Haratua Sitinjak SH didampingi Jaksa Nahar Rudin Rambe SH dan Raja Liola Gurusinga SH menjawab pertanyaan wartawan siapa juara Piala Dunia 2018 mengatakan, menjagokan Prancis juara Piala Dunia 2018 digelar, Minggu (15/7).

Laga di Piala Dunia 2018 ini memang terjadi kejutan, tidak disangka masuk di semi final yaitu Inggris, Kroasia, Prancis dan Belgia.  Sedangkan yang diharapkan, masuk di semi final dan final ternyata kandas, seperti Argentina, Portugal, Spanyol dan Jerman. Mungkin mereka terlalu anggap enteng menghadapi lawan dilaga leg pertama dan  kedua. Maka beruntung sekali Prancis, dapat berhasil membawa perubahan gaya permainan lebih baik.

Sebaiknya Pelatih Prancis harus jeli mengubah komposisi pemain menghadapi Kroasia, karena mampu menggilas Argentina secara telak 3-0. Tunjukkan lah taktik, menghadapi serangan Kroasia dengan formasi 4-2-3-1. Karena sudah terbukti Prancis dapat mengalahkan Australia 2-1 dan Peru 1-0, sehingga berhasil  melaju ke semi final dan final Piala Dunia 2018, timpal Nahar  Rudin Rambe  SH  putra Gunung  Tua gemar olahraga sepakbola itu.

Diakui, Prancis pada dasarnya negara kaya kultur dan etnis, disebabkan banyaknya imigran datang di negara itu. Seperti skuat Perancis Kylian Mbappe, Paul Pogba, Ngolo Kante, Benjamin Mendy dan Alphonse Areola. Berdampak pertahanan Prancis semakin kokoh, dan gaya serang makin tajam dapat membuahkan gol. Walau Kroasia di laga final sudah punya resep sendiri, yakni  hunjuk  kekuatan  mengoceh pertahanan Prancis untuk ditaklukkan.

Raja Liola Gurusinga SH MH sependapat diutarakan Kasipidum Kejari Labuhanbatu itu, hanya saja supaya permainan Prancis impresif melawan Kroasia. Sekaligus pelatih Prancis Didier Deschamps, dapat menurunkan susunan pemain yang jauh berbeda dari dua laga sebelumnya. Termasuk sketsa bek sejajar biasanya menjadi pakem pertahanan Prancis  secara solid, maka  Kroasia  melalui pelatihnya  Zlatko Dalic akan jeli untuk mengubah formasi 4-2-3-1.

Diharapkan, Pelatih Didier Deschamps dipertandingan final menghadapi Kroasia, tetap mengatur dengan formasi 4-2-3-1. Disebabkan formasi dimaksud menjadikan Prancis unggul lawan Belgia di semi final 1-0. Maka dengan gaya cara ini, dapat dipastikan Kroasia tumbang dan menjadikan  Prancis memperoleh juara Piala Dunia 2018. Sehingga terbayang dua puluh tahun silam,  atas keberhasilan bagi Prancis untuk pertama kali merengkuh titel menjadi juara dunia. (R8/f)


Tag:

Berita Terkait

Olahraga

PSMS Menangi Derby Sumatera Lawan Persiraja di Banda Aceh

Olahraga

PDIP Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Medan Labuhan

Olahraga

BPS: Nilai Impor Sumut Turun 5,23 Persen

Olahraga

Medsos Rawan Informasi Tak Berimbang, Dinkes Medan Ajak Warga Percaya Media Massa

Olahraga

Maha Sendi S Milala Ketua KORMI Kabupaten Karo 2026 - 2030

Olahraga

Polisi GSN di Pinggiran Rel Kereta Api, Enam Orang Diamankan