Medan (SIB) -Kisruh dualisme kepengurusan Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kota Medan dipastikan berakhir. Pertina Kota Medan kembali diserahkan kepada kepengurusan Budiman cs dengan syarat segera melaksanakan musyawarah kota (Muskot) ulang penentuan kepengurusan baru dalam waktu dekat.
Keputusan itu juga didapat usai pertemuan sejumlah legenda dan penggiat tinju Kota Medan dengan Ketua KONI Medan di kantornya, Rabu (15/8) pagi.
Mantan petinju nasional yang juga koordinator aksi, David Hutabarat didampingi Raja Amas Siregar menyambut baik hasil pertemuan tersebut. "Akan ada musyawarah ulang ke depan. Budiman tetap ketua Pertina sampai ada Muskot. Jadi kepengurusan Pertina Medan 2015-2018 yang akan menggelar muskot nantinya," ungkap David.
Turut hadir legenda tinju dan mantan pelatih tinju nasional, Asril Goce, Hendrik Simangunsong, Erwinsyah, Hendrik Simangunsong, Tonggo Sibarani, Firman Pangeran, Sadarmawati Simbolon, Sudarmadi dan Garden Tampubolon.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan, Eddy H Sibarani mengatakan, Pertina Medan harus menggelar musyawarah kota (Muskot) ulang. "Ada surat dari Pertina pusat untuk meredam persoalan yang ada ini. Ada jalan melaksanakan muskot ulang. Dilaksanakan paling lambat 29 September," ujar Eddy Sibarani, Rabu (15/8).
Untuk diketahui, surat Pertina Pusat yang ditandatangani Ketua Umum Johni Asadoma tanggal 3 Agustus 2018 tersebut ditujukan kepada Pengprov Pertina Sumut dengan tembusan ke Pertina Medan dan KONI Medan.
Surat tersebut menurut Eddy juga otomatis menggugurkan kepengurusan Pertina Medan di bawah kepemimpinan Budiman, begitu juga dengan kepengurusan Sabam Manalu yang mana kedua kepengurusan tersebut sebelumnya sudah menggelar musyawarah kota (Muskot).
Terpisah Budiman mengaku siap melaksanakan amanah dari PP Pertina. "Saya siap untuk itu dan akan bertanggung jawab. Kami akan bekerja maksimal di sisa masa bakti yang telah diperpanjang oleh pusat," katanya. (R21/f)