Jakarta (SIB) -Pelari tunadaksa, Rizal Bagus Saktiyono, berhasil meraih medali perak Asian Para Games 2018 dari nomor lari 200 meter T47. Dia mengapresiasi dukungan suporter.
Dalam perlombaan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (9/10), Saktiyono berhasil meraih perak. Dia mencatatkan waktu 22,36 detik.
Saktiyono dikalahkan pelari China, Hao Wang, 21,71 detik. Sementara, perunggu direbut sprinter Iran, Ahmad Ojaghlou, dengan catatan waktu 22,53 detik.
Atlet kelahiran 13 Agustus 1995 itu terkejut. Dia tak menyangka bisa meraihnya.
"Ya sebelumnya tak ada target. Saya hanya berusaha yang terbaik. Apalagi, semua berharap mendapat medali emas siapa yang tidak mau ya. Tapi, ada semangat tersendiri, orang tua, dan penonton semua mendukung semua ke sini. Alhamdullilah saya bisa melampui kemampuan saya," kata Bagus usai lomba.
"Dukungan masyarakat juga luar biasa. Padahal saat capai finis itu tenaga saya hampir menurun. Tapi saat ada teriakan Indonesia, di sana lah kemampuan saya terpacu dan melebihi kemampuan saya," dia menjelaskan jalannya pertandingan.
"Saya ditinggal orang tua kelas 2 SD. Di sana lah saya merasakan hidup susah dan termotivasi. Jadi keluarga yang membuat saya seperti ini. Saya dulu adalah orang yang tidak mampu, dari sana itu memotivasi saya untuk lebih sukses. Saya tahu bagaimana rasanya menjadi orang tidak mampu. Maka dari itu saya akan memberikan hasil terbaik," katanya.
Somantri Raih Perunggu
Sementara itu, Indonesia kembali menambah pundi medali di ajang Asian Para Games 2018. Somantri mempersembahkan perunggu dari balap sepeda.
Somantri meraih medali perunggu di nomor H4-5 road race putra yang digelar di Sirkuit Sentul, Bogor, Selasa (9/10). Dia berhasil menduduki peringkat ketiga dengan catatan waktu satu jam 42 menit 28 detik.
Somantri finis di belakang atlet asal Korea Selatan, Yoon Yeo Keun yang meraih medali emas dengan catatan waktu satu jam 29 menit 05 detik.
Sementara, atlet asal Uni Emirat Arab, Rashed Aldhaheri, merebut medali perak. Dia mencatatkan waktu satu jam 38 menit 28 detik.
Di sisi lain, atlet balap para sepeda Ida Ayu Ketut Kenari gagal start di nomor women H2-4 road race karena dianggap kakinya melebih roda sehingga membahayakan.
"Agak kecewa sih, cuma mau bagaimana lagi. Tapi saya bersyukur telah mewakili Indonesia," kata Ida. (detiksport/h)