Las Vegas (SIB)
Petinju Inggris, Tyson Fury, menjadi juara kelas berat WBC. Dia mengalahkan Deontay Wilder dalam tujuh dari 12 ronde yang dipertandingkan.
Di MGM Grand Arena, Minggu (23/2), Wilder vs Fury digelar. Sejak ronde awal, Fury terus menekan Wilder. Pada ronde ketiga, Wilder jatuh.
Bisa melanjutkan pertandingan lagi, Wilder tak mampu keluar dari tekanan Tyson. Di ronde keenam, Wilder jatuh lagi. Petinju Amerika Serikat itu bisa melanjutkan pertandingan.
Terus-terusan ditekan, Wilder akhirnya tak bisa bertahan. Handuk dilemparkan oleh sudut timnya, hingga wasit memutuskan menghentikan pertandingan, Fury merebut gelar juara kelas berat WBC dari Wilder.
"Petinju terbaik menang malam ini. Pelatih saya melempar handuk, tapi saya siap melanjutkan pertandingan," kata Wilder di BBC.
Fury memberi apresiasi atas kegigihan Wilder yang mampu bertarung hingga ronde ketujuh meski sudah sempoyongan.
"Saya ingin bilang pada Deontay Wilder, dia menunjukkan hati seorang juara," kata Fury.
"Dia bangkit dan bertarung sampai tujuh ronde. Dia merupakan seorang perjuang, dia akan kembali dan menjadi juara lagi."
"Tapi, seorang raja sudah kembali ke tahtanya," dia menegaskan.
Jilat Darah
Tyson Fury terlihat menjilat darah Deontay Wilder.
Peristiwa itu terjadi saat Wilder bersimbah darah karena terus-menerus dihajar Tyson Fury yang tampil agresif sejak ronde pertama. Efek dari pukulan-pukulan tersebut membuat pelipis kiri dan kuping kiri Wilder mengeluarkan darah.
Wilder tetap melanjutkan pertarungan walau terlihat kepayahan meladeni Tyson Fury. Dikutip dari LAD Bible, saat keduanya berangkulan di salah satu ronde, Tyson Fury tertangkap kamera menjilat darah di leher Wilder.
Darah yang berada di leher itu berasal dari kuping kiri Wilder usai terkena pukulan keras Tyson Fury di ronde-ronde awal.
Kekalahan ini membuat rekor Wilder yang belum pernah kalah sepanjang karier harus ternoda. Petinju 34 tahun itu juga gagal mempertahankan sabuk juara versi WBC untuk kesebelas kalinya.
Sebaliknya buat Tyson Fury, kemenangan ini menempatkan namanya dalam jajaran elite petinju kelas berat. Gypsy King jadi petinju pertama yang pernah merebut semua gelar dari badan tinju dunia.
Petinju dengan catatan 30 kali menang KO itu sudah meraih sabuk juara WBA, WBO, IBO, IBF, versi The Ring, dan kini WBC. (detiksport/CNN/c)