Osaka Protes Kasus Rasial dengan Mundur dari Western & Southern Open

Redaksi - Jumat, 28 Agustus 2020 19:53 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/08/_187_Osaka-Protes-Kasus-Rasial-dengan-Mundur-dari-Western--amp--Southern-Open.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
twitter.com/CincyTennis
Petenis Jepang, Naomi Osaka, kala tampil pada babak perempat final Cincinnati Masters 2020 yang digelar Kamis (27/8/2020) dini hari WIB. 

Jakarta (SIB)

Mantan petenis nomor satu versi WTA Naomi Osaka mundur dari babak semi final Western & Southern Open, Ohio Amerika serikat, Rabu (Kamis WIB) sebagai bentuk protes atas ketidakadilan rasial.

Osaka, petenis berdarah Jepang dan Haiti, merupakan pendukung aktif gerakan "Black Lives Matter". Dalam sebuah unggahannya di media sosial, petenis berusia 22 tahun itu menulis, "Sebelum saya menjadi seorang atlet, saya seorang wanita kulit hitam".

Keputusan pengunduran Osaka menyusul protes atas penembakan polisi terhadap Jacob Blake, seorang pria kulit hitam di kota Kenosha, Wisconsin, pada hari Minggu.

Sebelumnya pada Rabu, Asosiasi Bola Basket Amerika (NBA) menunda tiga pertandingan playoff setelah Milwaukee Bucks memboikot game kelima dari seri playoff mereka melawan Orlando Magic sebagai protes atas ketidakadilan rasial.

Lebih lanjut dalam pernyataannya yang diunggah di Twitter, dia mengatakan bahwa keputusan yang ia lakukan adalah mendesak.

"Sebagai seorang wanita kulit hitam, saya merasa ada banyak hal yang lebih penting yang perlu mendapat perhatian segera, dari pada menonton saya bermain tenis," tulis petenis yang kini menduduki nomor 10 dunia itu.

"Saya tidak mengharapkan sesuatu yang drastis terjadi karena saya tidak bermain, tetapi jika saya bisa memulai percakapan tentang olahraga yang mayoritas kulit putih, saya menganggap itu sebagai langkah ke arah yang benar. Menonton 'genosida' orang kulit hitam di tangan polisi benar-benar membuatku jengah,"

Osaka mengalahkan Anett Kontaveit 4-6, 6-2, 7-5 pada hari Rabu untuk mencapai semi final, di mana seharusnya juara dua kali Grand Slam itu akan menghadapi Elise Mertens. (Ant/d)


Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Osaka Kini Incar Wimbledon dan French Open

Olahraga

Naomi Osaka Juara Australia Terbuka 2021

Olahraga

Osakan Taklukkan Serena di Semi Final Australia Terbuka

Olahraga

Naomi Osaka Cabut dari Turnamen Pemanasan Australia Open 2021

Olahraga

Naomi Osaka Juara AS Terbuka 2020

Olahraga

Naomi Osaka Atlet Putri Termahal di Dunia