Pematangsiantar (harianSIB.com)Kontingen Provinsi
Maluku akhirnya memperoleh emas pertama dalam ajang
PON XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara (Sumut). Emas pertama dipersembahkan atlet dayung
Rusdi Elly dan
Arni Silva Pattipeiluhu dalam perlombaan di Pantai Pulau Kapuk Aceh Besar, Provinsi Aceh, Rabu (18/9).
Dari ring tinju di Pematangsiantar, Welmy Pariama membuka asa mendapatkan emas kedua. Petinju dari kelas 67-70 kg putri itu pada Rabu (18/9), mengalahkan wakil Papua Barat Miranda Leonora.
Asa pada petinju yang menaklukan peraih emas PON XX Papua Salomina Yarisetouw itu, mengakhiri puasa medali oleh kontingen provinsi rempah-rempah tersebut.
"Kita berharap, perolehan medali untuk kontingen Maluku bertambah. Maksud saya medali emas ya," ujar Sekretaris Maluku Satu Rasa (M1R) Salam Sarane (SS) Sumatera Utara (SU), Rochani Litiloly ST MT, yang membagikan berita keberhasilan Welmy Pariama melaju ke final.
"Tadi pagi, saat melepas warga Maluku yang bermukim di Sumut-Aceh bertolak ke Pematangsiantar, memang terasa aura optimistis. Ini hasilnya," tambahnya, sambil berharap lebih banyak lagi gandong mendukung atlet dari Maluku bertanding di final di Pematangsiantar, Kamis (19/9).
"Alhamdulillah katong basudara Maluku su dapat emas 1 dari dayung," tambah Ketua M1R SS SU, Stenly Victor Harury, yang dalam perjalanan dari Aceh ke Medan, serta melanjutkan perjalanan ke Pematangsiantar untuk memberi dukungan pada petinju Maluku.
"Benar, ucapan Om Mus (maksudnya Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia Maluku, Mustafa Kamal) perolehan medali di dayung memberikan semangat bagi atlet Maluku lainnya yang masih berjuang," tambahnya, seperti email yang diterima Jurnalis SIB News Network (SNN).
Sebelumnya, atlet dayung Maluku menyumbangkan medali perak dari kategori atau kelas yang berbeda. Pada gelaran PON XXI, Maluku mengirimkan 54 atlet pada 13 cabang olahraga terdiri dari Dayung, Karate, Selam, Kempo, Atletik, Billiard, Kick Boxing, Muaythai, Menembak, Tarung Derajat, Tinju, Wushu, Taekwondo. Dayung, tinju, dan seni bela diri menjadi andalan Maluku.
"Asa pada tinju," teriak cendikiawan perempuan Sumut Tetna Maria Kaban-Hourissa yang rutin menyemangati atlet Maluku berlaga.
Saat pertandingan Welmy Pariama versus wakil Papua Barat Miranda Leonora, di Pematangsiantar, aktivis lingkungan di Sumut itu paling semangat berteriak-teriak. Hadir dari Medan bersama rombongan besar, Tetna Maria Kaban-Hourissa berharap warga Maluku yang ada di Aceh-Sumut lebih banyak hadir untuk memastikan peran serta menyukseskan PON 2024.
Sejumlah tokoh Maluku dari Medan ikut ke Pematangsiantar seperti F Kaban, Abe Haurissa, Nenong Haurissa, Agus Soselisa, Hengki dan Ary Ayal, Petrus, Oma Sarah Syatauw, Rais Riri dan Anes Tupano.
"Kita baku dapa dan memberi dukungan. Kita menyongsong kemenangan," kata Ary Ayal.
Sebelumnya, 6 petinju Maluku belum berhasil ke babak berikut, termasuk petinju putri Juliana Patty yang menang telak melawan petinju tuan rumah Zahra Khoirunissa Harahap, di babak penyisihan pertama. (*)