Medan(harianSIB.com)
Nama Kenya Nesbastiansyah mungkin belum banyak dikenal publik sepak bola Tanah Air, namun kisah dan semangatnya mencerminkan kecintaan seorang diaspora muda Indonesia terhadap dunia sepak bola, terutama Timnas Garuda.
Lahir di Boulder, Colorado, Amerika Serikat, pada 5 Oktober 1996, Kenya kini tepat berusia 29 tahun. Meski besar di luar negeri, darah Indonesia tetap mengalir kuat dalam dirinya. Kedua orang tuanya memang asli Indonesia. "Tentunya saya juga mendukung Timnas Indonesia. Itu pasti," kata Kenya, Sabtu (4/10/2025).
Sejak kecil, Kenya sudah menempuh pendidikan internasional di berbagai negara. Ia bersekolah dasar di Chatsworth International School, Singapura, kemudian melanjutkan pendidikan SMP dan SMA di Alphington Grammar School, Melbourne, Australia.
Kecerdasannya membawanya menempuh pendidikan tinggi di Eropa. Kenya meraih gelar S1 di The American University of Paris, mengambil jurusan International and Comparative Politics. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan S2 di Western Governors University, Amerika Serikat, dengan jurusan Information Technology Management.
Baca Juga: Diduga Ngantuk, Pengendara Sepeda Motor Tewas Usai Tabrak Pohon Di sela pendidikan, dia kerap melakukan perjalanan terutama ke Indonesia. Salah satunya ke Sumatera Utara, khususnya
Medan. Terakhir 2024, dia ke Samosir seperti Sibea-bea, Simalem Resort, Gunung Sinabung dan lainnya. Di
Medan,
Kenya senang kulineran di sana. Baginya,
Medan adalah surganya kuliner.
"Suka semuanya makanan Medan. Arsik enak, saya suka. Ikan-ikan saya suka," katanya.