Sigap Menghadapi Mudik

* Oleh : Ramen Antonov Purba
- Kamis, 22 Juni 2017 13:27 WIB
Semarak Idul Fitri sudah terlihat. Jalan raya mulai padat. Stasiun kereta api, stasiun bis dan bandara juga mulai ramai. Mudik menjadi tradisi dalam perayaan Idul Fitri. Masyarakat yang berada di luar kota akan pulang bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Momen mulia ini tentu harus dijalani dengan rasa nyaman. Jangan sampai niat bersilaturahmi, berubah menjadi duka. Peran pemerintah dan jajaran sangat diharapkan. Kesalahan jangan sampai terjadi. Penumpang harus mendapatkan tiket. Bus yang tak layak jangan beroperasi. Pemerintah harus mengawal mudik agar berjalan dengan baik. Perencanaan menjadi bekal utama menghadapi mudik. Manajemen yang baik membuat mudik lancar. Dalam membuat perencanaan pemerintah harus berkoordinasi dengan seluruh jajarannya. Pemerintah juga harus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian. Pemerintah dan jajaran harus fokus mengantisipasi kemacetan, keselamatan dan kelaikan moda transportasi. Pemerintah harus pula mempersiapkan sarana dan prasarana, seperti posko-posko di beberapa titik, sampai peremajaan rambu lalu lintas. Pemerintah harus mengedepankan zero accident pada semua moda transportasi darat, laut, udara, maupun kereta api.Data Kementerian Perhubungan, pemudik yang menggunakan angkutan umum meningkat di 2017 sebesar 4,85% atau 19,04 juta (Kompas/20/06/2017). Peningkatan jumlah tentu harus diimbangi dengan peningkatan persiapan. Persiapan moda transportasi harus ditingkatkan. Tidak hanya dari segi jumlah, kualitas dari setiap moda juga harus diperhatikan. Jangan sampai ada moda transportasi yang tak layak jalan, dipaksakan untuk beroperasi. Pemerintah harus belajar dari kejadian mudik sebelumnya. Ada kendaraan yang masuk jurang karena rem tak berfungsi. Selain kualitas kendaraan, pemerintah juga harus melihat kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengoperasikan kendaraan. Jangan sampai ada pengemudi yang tak memiliki dokumen lengkap, dibiarkan membawa kendaraan. Jika perlu pemerintah melakukan pemeriksaan kesehatan, bahkan pemeriksaan narkoba. Lebaran 2016 jumlah kecelakaan tercatat 1.289 kasus (Kompas/07/07/2016). 244 korban meninggal dunia. Tahun 2016 juga terjadi peristiwa Brexit. 17 Orang meninggal dunia karena pengaturan pintu keluar tol tak profesional. Kejadian demikian jangan terjadi lagi. Kejadian tahun 2016 harus menjadi evaluasi. Semua lini harus dipersiapkan. Pemerintah harus terus melihat titik lemah dan mencari solusinya. Dengan demikian harapan mudik dengan aman dan nyaman dapat terwujud. Mudik selamat, aman dan nyaman merupakan harapan bersama semua pihak. Dengan peranan semua pihak, maka silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman akan dapat dilakukan dengan bahagia.Mewaspadai Arus BalikHal berikutnya yang akan dilakukan yakni kembali atau balik. Arus balik tak kalah ribetnya. Melibatkan komponen dan komposisi yang sama. Masih mempergunakan kendaraan dan melalui jalan yang sama. Sewaktu kembali para pemudik harus mewaspadai beberapa hal :1. WaktuKarena kerinduan dengan keluarga, pemudik kadang lupa waktu. Sehingga memutuskan untuk kembali di hari terakhir liburan. Kondisi ini tak baik karena rentan dengan kemacetan. Beberapa kali media menginformasikan kemacetan di berbagai jalur. Disebabkan manajemen waktu kurang tepat. Idealnya pemudik kembali 2 hari setelah lebaran. Jadi kepadatan jalan belum begitu terasa. 2. Jangan Membawa Keluarga BaruSelesai mudik, bermunculan wajah-wajah baru. Disebabkan para pemudik membawa keluarga baru. Ada pencari kerja maupun pelaku aktivitas lain. Pemerintah melarang hal ini, karena tak baik bagi kestabilan dan kesinambungan daerah. Karenanya, pemudik tak perlu membawa serta keluarga ketika kembali. Banyak lagi yang harus diwaspadai sewaktu melakukan arus balik. Tetapi sebagian hampir sama dengan melakukan mudik. Intinya tetap peka dan peduli. Jika semuanya diantisipasi, maka tingkat kecelakaan akan minim. Perubahan menuju yang lebih baik merupakan harapan. Semua akan lebih baik, bermakna dan bernuansa positif. Persiapan PemudikPersiapan matang yang telah dilakukan tak akan ada gunanya jika para pemudik tak mempersiapkan dirinya. Selain persiapan diri, pemudik pun harus peka dan tanggap dengan informasi dan instruksi dari pemerintah maupun Kepolisian. Jangan berpikir mampu namun ujung-ujungnya malah celaka. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin mudik, antara lain :1. Kualitas KendaraanKualitas kendaraan harus diperhatikan sebelum mudik. Mesin kendaraan harus sehat. Jangan sampai di perjalanan mogok dan berfungsi tidak baik. Baik sepeda motor maupun mobil harus diperiksa mesin dan perlengkapannya. Jika rusak segera diperbaiki. Dengan demikian, perjalanan mudik akan dilalui dengan nyaman. 2. Kondisi FisikInformasi kepolisian, salah satu penyebab kecelakaan yakni ngantuk dan kurang konsentrasi. Kepada pemudik diharapkan mempersiapkan fisiknya sebelum mudik. Kesehatan harus prima. Sehingga akan tetap fit dan konsentrasi dalam berkendara. Pengemudi harus beristirahat di tempat yang dipersiapkan jika mengantuk dan kelelahan. 3. Jangan Membawa Barang Terlalu BanyakSudah tradisi lebaran identik dengan silaturahmi. Tak jarang yang dari luar kota membawa oleh-oleh. Menyebabkan kendaraan menjadi penuh. Pemudik harus cerdas dalam memanajemen barang bawaannya. Jangan sampai barang yang dibawa membuat kendaraan menjadi tidak nyaman.4. Penumpang Sesuai KapasitasTelevisi sering memperlihatkan  kendaraan yang penumpangnya terlalu banyak. Sepeda motor dinaiki oleh 4 orang pemudik dan barang. Kondisi ini sangat tak baik. Pengemudi mengendalikan muatan yang tak sesuai dengan kapasitas kendaraan yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan kapasitas penumpang yang akan dibawa. Masih banyak persiapan lain yang perlu dilakukan agar kecelakaan dapat dihindari. Terpenting, peka terhadap setiap arahan, petunjuk dan informasi. Selamat mudik bagi yang menjalankan, semoga selamat sampai kembali lagi. Selamat Lebaran, Minal Aidzin wal Faidzin. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Mohon maaf lahir dan bathin untuk semuanya. (Penulis adalah pengajar di Politeknik Unggul LP3M/Anggota di Perkumpulan Purba Rumah Selat se-Dunia/q)


Tag:

Berita Terkait

Opini

IHSG Anjlok 3,27 Persen, Rupiah Melemah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS

Opini

Bobby Nasution Lantik 308 Pejabat Pemprov Sumut, Tegaskan Perang Lawan Pungli

Opini

Selama Libur Lebaran, Pasien Tetap Dilayani di IGD RSU Haji Medan

Opini

Menteri PU Berkunjung ke Kejati Sumut, Kordinasi Pengawalan Rehabilitasi Dampak Bencana

Opini

BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Berjalan Selama Libur Lebaran 2026

Opini

Gasak Kotak Amal Masjid dan Peralatan Warung, Dua Pemuda Dibekuk Polisi di Tapteng