Jakarta (SIB)- Pemilu legislatif yang akan diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 9 April 2014 sudah semakin dekat.Sejauh mana kesiapan 12 partai politik yang menjadi peserta pemilu dan bagaimana peluang partai-partai politik tersebut untuk tampil sebagai pemenang.Ketika muncul pertanyaan partai politik apa yang akan tampil sebagai pemenang, jawabannya serba mungkin karena banyak variabel yang menjadi penentu sebuah partai politik dapat memenangi kontestasi demokrasi lima tahunan tersebut.Variabel-variabel tersebut antara lain, kinerja, realisasi program, konsolidasi kader, popularitas, citra, dan kepercayaan publik, yang menentukan sebuah partai politik, berada di posisi atas, di tengah, atau malah di posisi terendah.Hal lainnnya yang menentukan adalah persiapan dan strategi partai dalam menghadapi pemilu legislatif serta penyelenggaraan pemilu yang demokratis.Namun, jika mencermati prediksi peta politik peserta pemilu dari sejumlah lembaga survei, umumnya memperkirakan tiga partai politik yang tampil sebagai tiga besar pada pemilu legislatif 2009, akan tetap berada dalam kelompok tiga besar tapi komposisinya yang berubah.Tiga besar partai politik pada pemilu legislatif 2009 adalah Partai Demokrat yang meraih suara 20,85 persen, Partai Golkar meraih suara 14,45 persen, serta PDI Perjuangan meraih suara 14,03 persen.Sementara pada pemilu legislatif 2014 diprekirakan, PDI Perjuangan atau Partai Golkar akan berada di posisi pertama dan kedua, kemudian Partai Demokrat di posisi ketiga.Prediksi sejumlah lembaga survei tersebut, tentunya didasarkan pada beberapa kali hasil survei dan sejumlah indikator lainnya termasuk siapa calon presiden yang akan diusungApa pun prediksi lembaga-lembaga survei, partai-partai politik memiliki persiapan dan strategi sendiri serta target perolehan suaranya.Partai Demokrat yang saat ini dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menargetkan perolehan suara 15 persen pada akhir 2013 dan berusaha mencapai 2014 persen pada saat menjelang pemilu legislatif 2014.Ketua Harian Harian Partai Demokrat, Syarif Hasan, menilai target perolehan suara 15 persen pada pemilu legislatif 2014 adalah realistis.Syarif mengatakan, jika seluruh kader bekerja keras untuk membesarkan partai, maka perolehan suara Partai Demokrat pada pemilu 2014 bisa melampaui target."Pada pemilu 2009, Demokrat menargetkan suara 15 persen, tapi ternyata perolehan suaranya sampai 20 persen," katanya.Menurut Syarif, target tersebut sudah dikalkulasi secara rasional dan didasarkan atas beberapa variabel penting.Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, menyatakan Partai Demokrat siap berkompetisi secara elegan dan demokratis pada pemilu legislatif 2014."Arahan dari Ketua Umum Partai Demokrat (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) menjadi energi baru bagi para kader untuk siap bertarung secara elegan," kata Edhie Baskoro Yudhoyono, kegiatan temu kader Partai Demokrat di Surabaya, pada Desember 2013.Ibas, panggilan Edhie Baskoro Yudhoyono, mengarahkan para kader untuk terus berbenah diri dan melakukan konsolidasi baik secara kelembagaan maupun individu sampai ke tingkatan terbawah."Saya mendorong kepada seluruh kader, baik di pusat maupun daerah, untuk terus bekerja keras dan meningkatkan soliditas sampai ke akar rumput," katanya.Ibas menyampaikan apresiasi kepada para kader yang telah menunjukkan komitmen dan kesiapan untuk berjuang pada pemilu 2014.Putra Presiden Yudhoyono ini menegaskan, Partai Demokrat akan selalu berusaha menunjukkan karya nyata, bukan hanya berwacana."Partai Demokrat juga selalu bersahabat di mana pun dan dalam posisi apa pun," katanya.Namun, beberapa kadernya yang tersandung persoalan hukum akan menjadi tantangan besar bagi Partai Demokrat untuk masuk dalam kelompok tiga besar pada pemilu legislatif.Mantan pengurus Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng, saat ini berstatus tersangka dan masih diproses oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Persoalan lainnya, KPK juga baru beberapa hari lalu menggeledah ruang kerja dua anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Sutan Bathoegana dan Tri Yulianto, terkait dengan kasus suap mantan Ketua SKK Migas, Rudi Rubiandini.Target MenangSementara itu, Partai Golkar menargetkan perolehan suara 30 persen dan memenangi pemilu legislatif 2014.Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menegaskan, solididas kader dan satu skenario politik adalah mutlak dan menjadi keniscayaan yang harus diwujudkan.Menurut Aburizal, dengan dua kondisi tersebut dia meyakini Partai Golkar dapat memenangkan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014."Pemilu 2014 menjadi momentum terbaik bagi Partai Golkar," kata Aburizal Bakrie, pada rapat pimpinan nasional (Rapimnas), di Jakarta, 23 Nopember 2013.Aburizal berharap, pemilu legislatif 2014 dapat terselenggara secara transparan, jujur, dan demokratis, sehingga menghasilkan pemilu yang berkualitas."Partai Golkar, siap memenangi pemilu 2014 secara demokratis, berkualitas, dan bermartabat," katanya.Ketua DPP Partai Golkar, Agun Gunanjar Sudarsa, menilai pemilu legislatif 2014 akan lebih baik daripada pemilu legislatif 2009.Menurut dia, salah satu persoalan persiapan pemilu 2014 adalah daftar pemilih tetap (DPT) yang belum selesai 100 persen meskipun telah ditetapkan secara nasional pada akhir tahun 2013.Agun berharap, KPU terus melakukan verfikasi data pemilih yang belum lengkap, termasuk belum ada nomor identitas kependudukan (NIK).Ketua Komisi II DPR RI ini juga menyambut baik diterapkannya dua aturan baru yang digagas Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang dinilai dapat mengantisipasi potensi kecurangan pemilu.Kedua peraturan tersebut adalah, Peraturan Bersama KPU, Bawaslu, dan DKPP tentang Tata Laksana Penyelenggaraan Pemilu serta Peraturan DKPP tentang Pemeriksaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu di Daerah."Hadirnya peraturan ini, terutama aturan tata laksana, terasa menyejukkan bagi kami. Pemilu akan menjadi lebih aman," katanya.Partai politik besar lainnya, adalah PDI Perjuangan yang menargetkan perolehan suara 23 persen hingga 27 persen pada pemilu legislatif 2014.Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, untuk mewujudkan target tersebut PDI perjuangan terus melakukan konsolidasi kader secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat, tingkat daerah, tingkat cabang, hingga ke tingkat akar rumput.Selain itu, kata dia, PDI Perjuangan juga melakukan rekrutmen kader tokoh-tokoh pemuda yang populer dan berprestasi yang diharapkan dapat mendulang perolehan suara pada pemilu 2014.Ia mencontohkan, beberapa tokoh pemuda yang direkrut seperti pesenter Nico Siahaan, penyanyi Edo Kondologit dan Iwa K serta perenang Richard Sambera.Anggota Komisi I DPR RI ini menambahkan, PDI Perjuangan juga terus melakukan komunikasi politik terhadap rakyat, terutama generasi muda."Generasi muda adalah pemilih potensial yang jumlahnya mencapai 40 juta jiwa," kata Tjahjo.Menurut dia, jika seluruh generasi muda memilih PDI Perjuangan, maka dapat tampil sebagai pemenang pemilu 2014.Sementara itu, pengamat politik dari Poltracking Institute, Hanta Yudha AR, menilai, ada satu nilai tambah bagi PDI Perjuangan untuk memaksimalkan perolehan suaranya, yakni mengumumkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, sebagai calon presiden.Menurut dia, popularitas Joko Widodo sangat tinggi, bahkan melampaui popularitas calon presiden yang sudah resmi diusung oleh partai politik lain."Jika PDI Perjuangan mengumumkan Jokowi sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan sebelum pemilu legislatif, maka dapat mendongkrak perolehan suaranya hingga sangat mungkin memenangkan pemilu," katanya.Sebaliknya, kata dia, jika PDI Perjuangan tidak mengumumkan Jokowi sebagai calon presiden dan bahkan mewacanakan Megawati kembali sebagai calon presiden, maka terbuka kemungkinan Partai Golkar yang tampil sebagai pemenang pemilu 2014.Sedangkan Partai Demokrat, kata dia, sangat sulit untuk memenangkan pemilu 2014 karena sejumlah kadernya tersandung persoalan hukum. Hanta memperkirakan, Partai Demokrat akan berada di posisi ketiga atau malah tersablib oleh Partai Gerindra. (Ant/x)