Ibadah Minggu Hari Kemerdekaan di HKBP Resort Medan Deli

Listrik Padam, Jalan Rusak, Bergereja Terganggu Bukti Rakyat Masih Memperjuangkan Kemerdekaan

- Senin, 18 Agustus 2014 13:31 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Kemerdekaan Indonesia sudah diproklamirkan oleh sang Proklamotor Sukarno-Hatta 69 tahun silam. Tapi Indonesia hanya bebas dari penjajahan Belanda dan Jepang, namun kenyataannya rakyat Indonesia masih memperjuangkan kemerdekaan. Sebagai buktinya, bangsa Indonesia masih dibelenggu korupsi oleh para pejabat dan politisi yang masih terus bertambah meski sudah banyak yang dihukum.Selain itu masih berlangsungnya pemadaman listrik secara bergilir, air PAM yang macet, jalan rusak-rusak padahal rakyat sudah bayar pajak dan rekening. Kondisi seperti ini membuat masyarakat merasa tidak merdeka di era kemerdekaan karena merasa tergangggu dalam beraktivitas.Seharusnya di usia kemerdekaan yang sudah matang tidak ada lagi gangguan untuk kebutuhan masyarakat secara rutin. Bahkan dalam beribadah sebagian warga masih belum merdeka, misalnya untuk ke gereja saja merasa was-was karena ada pembatasan jam beribadah.“Di alam kemerdekaan, gereja harus merdeka dan bertumbuh, tapi tantangan yang dihadapi warga gereja di berbagai daerah di Indonesia mereka belum merdeka dalam beribadah, padahal gereja adalah tempat orang –orang merdeka,” ucap Pdt Arifin Barimbing STh, Pendeta HKBP Resort Medan Deli, Tanjung Mulia Medan, pada ibadah Minggu (17/8).Karena, kata Pdt Barimbing, kalau ke gereja saja sudah takut maka warga sudah tidak merdeka lagi. Di Indonesia masih ada kondisi gereja yang seperti itu, beribadah jamnya dibatasi. Tapi jemaat harus menyesuaikan diri untuk menjaga stabilitas meski hidup di negeri sendiri. Meski dalam kondisi seperti itu warga gereja tetap menerimanya dan makin eksis menerima tantangan.Tapi di Medan beribadah cukup nyaman dan damai karena keharmonisan antar umat beragama sangat baik. Untuk itu warga Kristen harus mensyukuri kondisi yang damai di Medan untuk menyempatkan diri beribadah. Di beberapa negara yang ibadahnya luar biasa tapi hidupnya terus berperang, seperti Israel dan Palestina. Dalam praktiknya mereka tidak bisa hidup rukun, padahal dalam Kristen kekerasan tidak dibenarkan.Agama memerdekakan umat sehingga bebas dari rasa takut dan ikatan hawa nafsu. Di status sosial sudah masuk rekaman tindak kekerasan yang brutal seperti dilakukan ISIS dan ada kejadian mutilasi di tanah air. “Ajaran agama mulai tidak berpengaruh sehingga banyak tindak kekerasan yang terjadi membuat orang tidak merdeka,” jelasnya.Kemerdekaan adalah hasil perjuangan yang diberkati Tuhan, para pejuang berkorban untuk bangsa dan negara. Sekarang penerusnya harus mengisi kemerdekaan agar berbakti kepada nusa dan bangsa. Kemerdekaan sama seperti Paskah, bebas dari belenggu dosa dan kematian, tapi Allah telah memerdekakan manusia lewat kematian Tuhan Yesus dikayu salib, membuat orang percaya bebas dari dosa dan layak menjadi penghuni kerajaan Sorga. (A14/q)


Tag:

Berita Terkait

Opini

Reses di Kelurahan Pahlawan, Robin Manurung Serap Aspirasi Warga Soal Bantuan hingga Lampu Jalan

Opini

Dua Pekan Tak Terlihat, Pria di Petisah Tengah Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Rumahnya

Opini

Warga Bangun Dolok Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya

Opini

Pastikan Ibadah Minggu Nyaman, Polres Tanjungbalai Amankan di Sejumlah Gereja

Opini

Digondol Maling, Parlindungan Purba Keluhkan Penerangan Jalan Arteri Bandara Kualanamu

Opini

Antrean Panjang BBM di SPBU Krakatau Medan Picu Kemacetan