Pemilu Sela Thailand Dihantui Pelumpuhan Bangkok

Oleh: Askan Krisna
- Jumat, 24 Januari 2014 15:15 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/01/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
AKSI melumpuhkan Bangkok yang dipimpin mantan perdana menteri Suthep Thaughsuban  semakin tak terbendung.Bahkan setelah berbagai pendekatan dilakukan oleh banyak pihak tak membuat bergeming, peserta unjuk rasa pimpinan petinggi oposisi Partai Demokrat dan Sekjen Komite Reformasi Demokratis Rakyat antipemerintah (PDRC) itu terus merangsek Bangkok dan kini makin meluas ke provinsi-provinsi terdekatnya.Operasi pelumpuhan mereka telah tumpah ke daerah-daerah lain dan pengunjuk rasa memblokir sejumlah kantor pemerintah di 12 provinsi selatan.Operasi antipemerintah untuk melumpuhkan Bangkok memasuki hari kesepuluh pada Rabu. Para pengunjuk rasa menuntut pemerintah sementara untuk mundur  dan reformasi dilakukan sebelum pemilihan umum, setelah pemerintah membubarkan parlemen.Pemboman, penembakan, amuk massa telah menewaskan sejumlah orang dan melukai ratusan lainnya dan pemerintah sementara PM Yingluck Shinawatra pun memberlakukan negara dalam darurat karena dikhawatirkan aksi pelumpuhan Bangkok bisa berlanjut hingga hari pelaksanaan Pemilu sela 2 Februari.Keputusan ini akan berlaku di Provinsi-provinsi Nonthaburi, Patumthani, bagian dari Provinsi Samut Prakarn dan semua distrik ibu kota untuk mengatasi kekerasan dan pertumpahan darah yang dikhawatirkan berulang setelah ledakan bom baru-baru ini di jantung ibu kota.Kementerian Kesehatan Masyarakat mengungkapkan bahwa kekerasan politik antara 26 Desember tahun lalu sampai 19 Januari tahun ini telah mengakibatkan empat orang tewas dan 267 lainnya terluka.Wakil PM Chalerm Yoobamrung  telah menunjuk Kepala Pusat Resolusi Situasi Darurat untuk memimpin berlakunya keputusan itu, menggantikan Undang-undang Keamanan Internal (ISA) yang relatif lebih lunak, yang diberlakukan di ibu kota dan beberapa daerah sekitarnya selama beberapa bulan terakhir.Keputusan darurat melarang pertemuan lima orang atau lebih, distribusi informasi dan publikasi yang dapat menyebabkan kecemasan publik, mengancam keamanan serta ketertiban nasional.Aparat penegak keputusan diberdayakan untuk memanggil para tersangka dan saksi, menyita properti dan memantau panggilan Internet serta ponsel.Tetapi pimpinan protes menegaskan, keputusan darurat tak akan menghasilkan efek apa pun dan aksi unjuk rasa akan terus dilakukan sampai kemenangan  dicapai.Para pemrotes bahkan bersumpah untuk mengabaikan peraturan darurat yang diberlakukan di ibu kota yang diliputi ketegangan pada Rabu itu dan menolak meninggalkan perjuangan mereka untuk menjatuhkan pemerintah.Dampak Ekonomi Para ekonom, pelaku bisnis dan kalangan industri menjerit mengingatkan kebangkrutan ekonomi kerajaan tertua di Asia  yang makmur itu kian membayang, sementara industri pariwisatanya yang menjadi andalan  mulai megap-megap.Setidaknya 46 negara telah mengeluarkan peringatan perjalanan ke Bangkok, termasuk negara-negara besar mengingat rapuhnya keamanan di negara itu.Mereka meminta warganya yang tinggal di ibu kota Thailand untuk menghindari tempat-tempat keramaian terutama yang menjadi markas unjuk rasa anti-pemerintah.Pemimpin protes Suthep Thaugsuban telah bersumpah untuk memimpin demonstran antipemerintah menutup Bank Tabungan Pemerintah (GSB) saat sebagian masyarakat di 14 provinsi selatan menetapkan untuk melumpuhkan sistem administrasi provinsi.Pemerintah, yang telah kehilangan 400 miliar bath dari skema penjaminan beras, telah memaksa Bank Pertanian dan Koperasi Pertanian (BAAC) untuk membiayai pembayaran kepada petani namun bank tersebut menolak, katanya.Semua ini berkaitan dengan masalah perberasan di negara itu terakhir yang mengancam petani gulung-tikar.Suthep mengatakan GSB adalah target pemerintah berikutnya untuk sumber daya keuangan, yang membuat menarik PDRC bergerak untuk melindungi kepentingan publik, para deposan.Krung Thai Bank, lembaga keuangan lain juga diperingatkan oleh Sekjen PDRC untuk tidak memberikan kredit kepada pemerintah.     Bank-bank besar diperingatkan untuk tidak melayani rezim Thaksin Shinawatra, di mana kini Yingluck, sang adik menjadi perdana menteri. Thaksin sendiri digulingkan dari kekuasaan pada 2006 dalam satu kudeta militer dan melarikan diri di pengasingan setelah dijatuhi hukuman penjara karena penyalahgunaan kekuasaan.Suthep meyakini bahwa rakyat Thailand tidak akan memperhatikan pemilihan sela 2 Februari dan memastikan pemilihan itu tidak akan terjadi.Tentara Terlibat?Dalam konflik politik ini, pihak Angkatan Bersenjata Kerajaan menjadi kekuatan yang diperebutkan.Pemerintah menginstruksikan polisi menangkap Suthep tetapi menegaskan tidak adanya penggunaan senjata dalam mengatasi demonstran.Sampai sejauh ini, Suthep yang kabarnya dikawal 40 orang bersenjata tetap masih bebas. Sementara itu juga muncul dugaan-dugaan bahwa sebagian personil angkatan terlibat dalam pemboman di jantung ibu kota Bangkok pekan lalu pada konvoi antipemerintah yang mengakibatkan seorang tewas dan puluhan terluka.Tiga perwira anggota kesatuan Komando Tempur Khusus Angkatan Laut sebelumnya ditangkap di satu pos pemeriksaan polisi dekat Gedung Pemerintah dan dituduh memiliki pistol tanpa izin serta menggunakan sebuah truk pickup berplat palsu.Mereka diduga telah dipekerjakan sebagai penjaga keamanan untuk para pengunjuk rasa.Tetapi pihak Angkatan Laut Thailand  menolak mentah-mentah  tuduhan itu, bahwa beberapa personilnya terlibat dalam pemboman di jantung ibu kota di mana para demonstran anti-pemerintah berkumpul.Angkatan Laut Kerajaan Thailand justru berpendapat, tuduhan-tuduhan semacam itu hanya mendiskreditkan kesatuan Angkatan Laut  yang personilnya tidak pernah menyakiti rakyat.Hingga kini tak satu pun dari para tersangka penyerang dalam insiden itu telah ditangkap, demikian pula tindakan polisi terhadap para pemimpin antipemerintah yang sudah menerima surat perintah penangkapan.Sikap Angkatan Bersenjata Thailand sempat menjadi gunjingan ketika Panglima Jenderal Prayuth Chan-ocha awal pekan Januari tidak meneguhkan atau membantah kemungkinan terjadinya kudeta militer.Dia hanya menegaskan, militer tak ada hubungannya dengan kekacauan yang terjadi dan jangan dibuat untuk terlibat. Tentara tidak dalam posisi untuk menyelesaikan semua masalah dan berharap tidak ada yang memenangkan kekerasan dan konflik harus segera diselesaikan. (Ant/q)


Tag:

Berita Terkait

Opini

Nusantara Tarigan Ditunjuk Jadi Ketua Partai NasDem Deliserdang

Opini

NasDem Humbahas Konsolidasi Dini, Bidik Kemenangan Pemilu 2029

Opini

UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Digugat ke MK

Opini

PKB Sumut Buka Pendaftaran Calon Ketua DPC Kabupaten/Kota di Sumut, Terbuka Bagi Tokoh Masyarakat

Opini

Webinar PNPS GMKI Soroti Putusan MK 135 dan Penundaan RUU Pilkada

Opini

Psikologi Elite Politik dan Dampaknya Terhadap Kualitas Demokrasi dalam Pemerintahan