Pilih Caleg Rekam Jejaknya Baik dan Amanah

Oleh : Illa Kartila
- Selasa, 11 Maret 2014 17:58 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/03/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
WARGA negara Indonesia yang memiliki hak pilih seyogyanya selektif dalam memilih calon anggota legistatif (caleg) pada Pemilihan Umum 9 April 2014 mendatang.  Jangan seperti membeli kucing dalam karung dan faktor-faktor terpenting dalam memilih caleg adalah rekam jejaknya dan diyakini yang bersangkutan bisa mewakini rakyat dengan amanah.Pengalaman selalu berulang, di mana janji-janji manis dan program-program kesejahteraan rakyat yang diumbar para caleg ketika kampanye, tidak pernah dipenuhi karena setelah terpilih mereka sibuk mencari proyek, korupsi untuk mengganti biaya yang dikeluarkan saat pencalegan dan memperkaya diri.Menurut pakar politik dari Fisipol UGM, Ari Dwipayana, "Rekam jejak seorang caleg harus betul-betul diperhatikan, apakah caleg tersebut tersangkut kasus hukum atau tidak. Caleg yang mempunyai rekam jejak buruk tidak pantas dipilih."Dia menegaskan, pemilih harus cerdas memilih caleg yang mempunyai kredibilitas, tidak melanggar HAM, tidak tersangkut kasus hukum atau kasus korupsi, dan peduli terhadap adat istiadat setempat.Faktor penting lainnya yang harus menjadi perhatian para pemilih adalah, apa saja yang  menjadi pemikiran si kandidat, apakah dia sudah melaksanakan dan mewujudkan. "Kandidat yang hanya mengandalkan pencitraan kan sudah banyak, jadi pilihlah celeg yang rekam jejaknya baik," ujarnya.Untuk melihat rekam jejak seorang caleg, menurut dia harus dimulai dari pertanyaan apakah dia akan memperjuangkan daerah pemilihnya atau tidak. "Jangan hanya bicara instan berjuang saat pemilu. Caleg harus bisa berjuang kapanpun di segala bidang."Ari  juga mengingatkan para pemilih agar tidak memilih pejuang kesiangan atau politikus instan menjelang pemilu. "Pemilih sekarang harus punya momentum dan punya pilihan, jangan golput agar bisa berjuang, agar kursi atau posisi serta kedudukan tidak dikuasi orang yang salah."Ketua Forum Peduli Kabupaten Bandung (FPKB), Hidayat Bastaman juga meminta para pemilih untuk mempertimbangkan beberapa hal saat memilih, salah satunya moralitas para caleg yang akan dipilih, karena sistem perekrutan caleg oleh partai saat ini masih asal-asalan. "Jadi bisa saja kualifikasi serta integritas moral para caleg diragukan."Pemilihan caleg ini untuk lima tahun ke depan, jadi selayaknya para pemilih berfikir jernih saat menentukan pilihan dengan pertimbangan yang betul-betul matang. "Pilihlah orang yang moralnya baik, etikanya sudah teruji serta memiliki komitmen terhadap pembangunan rakyatnya. Jangan sampai memilih orang yang sering melanggar hukum," katanya.Ketua DPP Bidang Pertahanan dan Keamanan Partai Hanura, Susiningtyas Nefo Handayani berpendapat, sosok caleg adalah penentu wajah demokrasi Indonesia ke depan. Jika terpilih, mereka nantinya ikut terlibat dalam memutuskan persoalan bangsa ini melalui fungsi dan tugas DPR, baik melalui pengawasan, penganggaran maupun legislasi.Oleh karena itu kampanye untuk memilih caleg cerdas harus selalu didengungkan pada Pemilu 2014, lewat pendidikan politik yang baik. Calon pemilih, katanya, diberi pemahaman tentang peran DPR dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, sehingga pada pemilu mendatang hanya caleg-caleg berkapasitas, berintegritas, dan memiliki kapabilitas yang bisa melenggang ke Senayan.Menjadi kewajiban bagi semua pihak untuk melakukan pendidikan politik kepada pemilih.Mereka perlu didorong untuk lebih kritis dan aktif mencari tahu latar belakang para caleg. Melalui langkah itu diharapkan para pemilih tidak salah pilih.Memang diakui Susiningtyas, tidak mudah bagi masyarakat untuk memilih caleg yang berintegritas, memiliki kapasitas, dan amanah. Sebab masyarakat juga tidak memiliki banyak pilihan atas calon-calon wakil rakyat yang berkualitas. Paling tidak bisa dilihat dari beberapa rekam jejak mereka, mulai pendidikan, kapabilitas, intelektualitas hingga kecakapan dalam menjalankan tugas dan wewenang DPR.Jika para caleg yang diberi amanah tadi tidak memiliki kualifikasi yang baik tentu juga berbahaya bagi perjalanan demokrasi Indonesia. Produk-produk legislasi yang dihasilkan tidak sejalan dengan keinginan masyarakat pemilihnya. Tidak berpihak pada kepentingan-kepentingan rakyat.Efek lanjutannya, menurut dia, akan mengacaukan proses pemerintahan selama lima tahun ke depan. Caleg yang kini ditawarkan kepada masyarakat tentu juga tidak lepas dari peran partai politik. Partai dalam melakukan rekrutmen politik belum melakukanfungsinya dengan baik.Jangan salah pilih Sementara itu Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, memiliki harapan tersendiri pada para caleg yang akan duduk di DPRD Kota Bandung. Dia ingin anggota dewan nantinya bisa berjalan beriringan dengan Pemkot Bandung.Jika harapan itu terwujud, segala program pemkot yang ada akan terlaksana dengan baik. Tujuan menjadikan Bandung Juara dalam segala hal juga akan lebih mudah diwujudkan, ujarnya."Saya berharap parlemennya bisa mendukung (Pemkot Bandung), nyambung cara berpikirnya."  Agar hal itu terwujud, Ridwan mengimbau warga Bandung agar memilih caleg berdasarkan reputasinya. "Pilih caleg yang punya jejak reputasi baik yang bisa kita bayangkan membawa kekompakan bersama eksekutif menuju Bandung Juara."Hal lain yang perlu dipertimbangkan sebagai rujukan dalam memilih caleg adalah melihat rekam jejak dan komitmen caleg untuk memajukan Kota Bandung. Dia juga berharap, caleg yang dipilih disarankan berusia muda. "Banyak yang muda tentu lebih baik, karena zaman sekarang butuh pergerakan dan mobilitas yang cukup tinggi.Terkait dengan pemilih perempuan yang jumlahnya juga sangat banyak, Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan Wahidah Rustam juga mengingatkan agar kaum wanita tidak salah dalam memilih caleg. Apalagi, saat ini banyak caleg yang tebar pesona untuk memenangkan pemilu. Untuk mencegah salah pilih cleg, dia memberikan pendidikan politik bagi enam ribu perempuan marjinal melalui diskusi di empat wilayah, Aceh, Sulawesi Selatan, Jakarta, dan Jawa Timur.Alasan sasarannya perempuan marjinal karena mereka punya hak pilih tapi terpinggirkan, seperti pemulung, pengemis, pembantu rumah tangga, buruh migran, petani, nelayan, pekerja seks komersial, ibu rumah tangga dari keluarga miskin, juga ODHA. Pendidikan politik yang diberikan antara lain bagaimana memilih caleg yang baik dan memiliki visi untuk kepentingan kaum perempuan. Kemudian, memantau agar tidak ada kecurangan dalam pemilu, mengawal suara mereka, juga menagih janji jika caleg yang dipilih menang. "Jangan sampai perempuan hanya memberi suara, tapi calegnya ingkar janji," ujarnya.Peneliti Riset Center for Politic and Goverment, Jurusan Politik dan Pemerintahan (JPP) UGM Utan Parlindungan juga meminta agar perempuan tidak salah pilih. Ini bisa dilakukan menggunakan teknik political tracking. Yaitu mencari tahu latar belakang caleg yang akan dipilih.Caranya, dengan  menelusuri aktivitas politiknya di masa lalu, sekarang dan yang akan datang melalui visi misi caleg. Misalnya, apakah caleg pernah melakukan KDRT atau tidak. Kemudian, apakah ia berpoligami sehingga istrinya merasa disakiti atau tidak. "Semua itu bisa dilihat melalui penelurusan rekam jejak caleg. Seorang calon pemimpin yang baik, harus  memiliki jejak yang baik,"  katanya.Menurut dia,  memilih caleg yang baik juga bisa dilakukan dengan  melihat dan mendengar isi kampanyenya. Selain itu melakukan diskusi dengan tokoh masyarakat dan tokoh yang dianggap mengerti politik untuk memahami siapa caleg yang akan dipilih. "Namun jangan berdiskusi dengan tim sukses kampanye caleg tertentu, sebab pasti mereka tidak akan objektif."Para pemilih diingatkan untuk menjadi pemilih cerdas dengan menentukan pilihan pada caleg yang rekam jejaknya baik, punya integritas dan komitmen kepada kepentingan masyarakat serta amanah.  Jangan salah pilih caleg sebab sekali salah, maka kekecewaan akan ditanggung para pemilih selama lima tahun.(Ant/c)


Tag:

Berita Terkait

Opini

Kapolsek Dolok Silau Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu 2019

Opini

Panwascam Bandar Sosialisasi Pengawasan Pemilu

Opini

Jelang Pemilu 2019, Banyak Elite Terjebak Politik Olok-olok

Opini

KPU Tunda Penetapan DPT Pemilu 2019 Hasil Perbaikan Kedua

Opini

Pidanakan Diskriminasi di Pemilu

Opini

Bawaslu Simalungun Harapkan Peran Serta Stakeholder Awasi Pemilu