Misteri Penumpang MH370 Gunakan Paspor Curian

Oleh N. Aulia Badar
- Kamis, 13 Maret 2014 19:55 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/03/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Hari kelima misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 diungkapkan adanya dua penumpang yang menggunakan paspor curian dan penggunanya telah teridentifikasi yaitu dua warga negara Iran.Mereka adalah Pouria Nour Mohammad Mehrdad (19) dan Delavar Seyed Mohammad Erza (30).Dari laporan interpol, Pouria menggunakan paspor warga negara Austria atas nama Christian Kozel, sedangkan Delavar menggunakan paspor warga negara Italia atas nama Luigi Mareldi.Kedua paspor tersebut dilaporkan hilang oleh pemiliknya saat berkunjung ke Thailand beberapa tahun lalu.Mengenai Mehrdad, dia dari Beijing akan melanjutkan ke Frankfurt, Jerman dan ibunya telah menunggu di sana.Dalam kasus ini timbul pertanyaan bagaimana dua orang Iran tersebut bisa lolos pemeriksaan pihak imigrasi Malaysia di Lapangan Terbang Internasional Kuala Lumpur (KLIA) sebelum menaiki pesawat MH370 tujuan Beijing, China.Pihak imigrasi Malaysia menyatakan bahwa pihaknya telah mematuhi standar operasi prosedur (SOP) dalam memeriksa dokumen dua lelaki Iran yang memasuki negara ini menggunakan paspor curian.Kepala Imigrasi Malaysia, Aloyah Mamat dalam keterangan pers menjelaskan penumpang yang menggunakan paspor Austria itu tiba di KLIA pada 28 Februari 2014 pada pukul 20.28 waktu Malaysia.Menurut dia, pegawai imigrasi yang membuat pemeriksaan mendapati gambar dalam paspor sama dengan lelaki Iran tersebut, malah petugas imigrasi itu turut bertanya tujuan kedatangan ke Malaysia."Setelah merasa jawaban orang tersebut cukup memuaskan, selanjutnya petugas mengeluarkan  pas kunjungan sosial yang sah selama 90 hari," ungkapnya.Pouria kembali muncul di loket imigrasi KLIA tanggal 7 Maret 2014, pada pukul 22.07  waktu setempat saat ia hendak meninggalkan Kuala Lumpur menuju Beijing dengan pesawat MAS MH370.Demikian pula dengan Delavar, yang menggunakan paspor curian warga Itali atas nama Luigi pada 28 Februari 2014 tiba di kaunter imigrasi KLIA pada pukul 20.31 waktu Malaysia.Ketika di kaunter pemeriksaan, ungkap Aloyah, lelaki Iran tersebut menunjukkan paspor  Italia dan menyebutkan baru tiba dari Phuket, Thailand."Petugas imigrasi melihat gambar dalam paspor sama dengan orang yang di hadapannya sebelum pas lawatan sosial dikeluarkan," jelasnya.Serupa dengan Pouria, Delavar kembali terlihat pada 7 Maret di kaunter keluar imigrasi KLIA pukul 22.43 waktu Malaysia untuk tujuan ke Beijing, China.Informasi tentang dua warga Iran yang menggunakan paspor curian itu semakin menarik dengan adanya laporan dari pihak interpol yang menyebutkan keduanya masuk ke Malaysia secara sah dengan menggunakan paspor Iran.Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 13 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Opini

Penumpang Domestik Kualanamu Turun 15,30 persen pada Januari 2026

Opini

Pegawai Pelindo Sibolga Gotong Royong Ciptakan Terminal Penumpang Bersih dan Rapi

Opini

Pungli Berujung Perusakan Bus, Polisi Tangkap Warga Belawan

Opini

Optimalkan Terminal Tanjung Pinggir, Pemko Pematangsiantar Siapkan Sanksi Tegas hingga Cabut Izin PO Bandel

Opini

Seludupkan Sabu 1 Kg Lebih, Calon Penumpang Tujuan Jakarta Ditangkap di Bandara Kualanamu

Opini

Lagi, Tim Interdection dan Avsec Gagalkan Penyeludupan 1 Kg Sabu di Bandara Kualanamu