Bentuk Badan Otorita Demi Majunya Pariwisata Danau Toba

* Oleh Ramen Antonov Purba
- Selasa, 19 Januari 2016 13:20 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/01/hariansib_Bentuk-Badan-Otorita-Demi-Majunya-Pariwisata-Danau-Toba.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Sejarah mencatat, Danau Toba mempunyai peristiwa yang menggemparkan dunia pada 2000 tahun lalu. Ketika itu, kaldera Toba meledak dahsyat. Dunia saat itu gelap gulita, perubahan cuaca ekstrem terjadi, es-es di kutub mencair, 1/3 mahluk hidup meninggal. Sejarah ini sesungguhnya memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Meskipun demikian, sudah sejak lama banyak program dibuat untuk Danau Toba, tetapi tidak membuahkan hasil. Tentunya muncul pertanyaan, apa dan dimana kesalahannya, sehingga pariwisata Danau Toba belum memperlihatkan hasil yang signifikan. Tingkat kunjungan wisatawan, mancanegara maupun lokal juga tidak kunjung memperlihatkan peningkatan.Padahal semua infrastruktur ada disekitar Danau Toba. Bandara Silangit yang letaknya tidak jauh dari lokasi wisata Danau Toba juga seharusnya bisa dijadikan salah satu daya tarik. Jadi para pengunjung dapat langsung ke objek wisata tanpa harus singgah terlebih dahulu berhenti di Kota Medan. Bagaimana jika di atas Danau Toba dipasangi rel dengan kereta gantung, sehingga pengunjung dapat memandang dari atas danau. Tentunya akan menjadi sangat menarik. Tetapi semuanya tentu butuh usaha. Tidak hanya pemerintah daerah setempat, tetapi juga pemerintah pusat harus mendukung. Tidak cukup demikian, masyarakat juga harus merubah paradigma berpikir dan sikap mereka. Misalnya, masalah keramahan, kesopanan, kebersihan, dan masih banyak hal lain yang tentunya harus dibenahi.Pembentukan Otorita Seringkali yang menjadi persoalan dalam pengembangan pariwisata adalah mesin birokrasi. Di ibaratkan, mesin birokrasinya bukan bermesin ferrari, melainkan bermesin truk kuno. Karena itu, kemacetan proses pengembangan berada pada infrastruktur di destinasi wisata yang tak jarang memprihatinkan. Oleh karena itu, perlu dibentuk suatu badan yang bertugas untuk memikirkan secara khusus dan serius terkait dengan pengembangan daerah-daerah wisata di Indonesia. Salah satu yang saat ini sedang hangat dibicarakan yakni Badan Otorita Pariwisata. Berdasarkan informasi yang ada, pembentukan Badan Otorita Pariwisata dimaksudkan  untuk menggenjot kemajuan dunia pariwisata berbagai destinasi terpilih.Wacana pembentukan Badan Otorita Pariwisata dilontarkan Menpar Arief Yahya dalam acara Rakor Tindak Lanjut Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Pariwisata Danau Toba di Toba Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (9/1). Menpar menjelaskan pentingnya Badan Otorita Pariwisata untuk pariwisata Indonesia. Jika pembentukan otorita memang sungguh-sungguh untuk fokus dalam pengembangan potensi wisata, tentunya pembentukan harus secepatnya dilakukan. Tujuannya agar daerah wisata di Indonesia dapat semakin maju dan berkembang. Sehingga tidak kalah saing dengan wisata-wisata dunia yang terkenal.Badan Otorita Pariwisata sendiri berdasarkan data yang ada, adalah satu badan yang dibentuk Kemenpar, yang berisikan para ahli, pemda dan pemerintah pusat. Badan Otorita Pariwisata inilah yang nantinya memutuskan hal-hal strategis di kawasan pariwisata tersebut. Hal itu dilakukan agar segala urusan pariwisata bisa diselesaikan dengan cepat dan mudah lewat satu pintu. Kita berharap badan otorita tersebut kedepannya bisa memecahkan kebekuan perkembangan pariwisata di daerah. Khususnya Danau Toba tentunya akan semakin maju, dan diharapkan akan menggenjot tingkat kunjungan wisata di daerah Sumatera Utara. Peningkatan perekonomian daerah dan masyarakat sekitar tentunya akan semakin meningkat. Badan otorita tinggal berkoordinasi dengan dinas pariwisata agar proses kerjanya tidak tumpang tindih. Dengan demikian semua target daerah wisata yang dianggap bagus dan memiliki nilai yang tinggi akan segera terbenahi dan menarik para wisatawan untuk dikunjungi.Manajemen BisnisSalah satu hal penting yang kelak perlu dipikirkan oleh Badan Otorita Pariwisata di Danau Toba ketika sudah terbentuk yakni, mengelola daerah objek wisata Danau Toba dengan manajemen bisnis. Seperti diketahui, banyak masyarakat di daerah sekitar Danau Toba yang membuka beberapa jenis usaha, seperti hotel, restoran, maupun tempat penjualan pernak-pernik sebagai cinderamata. Danau Toba harus berbeda cara pengelolaan bisnisnya dengan pariwisata Bali yang masih banyak melakukan impor baik di sektor makanan, minuman ataupun perkakas. Akibatnya, kemakmuran hanya dirasakan di titik-titik tertentu dan menular di luar daerah pariwisata pulau dewata itu. Jadi daerah di luar Danau Toba ikut menikmati kue pariwisata tersebut.Dalam bidang-bidang yang sudah disebutkan sebelumnya, seperti perhotelan, restoran, maupun pernak-pernik, harus dibatasi pembukaannya. Usaha kecil menengah akan makin berperan dan tentu saja pada gilirannya akan sejahtera. Seperti yang dikatakan sebelumnya terkait dengan terbentuknya Danau Toba, maka andalan Danau Toba bukan hanya keindahan panoramanya saja. Ada banyak potensi yang dimiliki, seperti seni budaya, geologi karena Danau Toba merupakan hasil letusan Gunung Toba. Sehingga, pariwisata berbasis eco-tourism dapat dikembangkan. Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) dikatakan akan memberikan 500 hektare dari 1.200 hektare lahan yang berada dalam kewenangannya di sekitar Danau Toba. Tentunya ini merupakan potensi yang sangat layak untuk dikembangkan.Pembentukan badan otorita Danau Toba diharapkan dilakukan secara profesional. Orang-orang yang diangkat bukan karena kedekatan dengan penguasa. Tetapi orang yang benar-benar peduli, mengenal dan bisa bekerja untuk mengembalikan kejayaan Danau Toba. Mari dukung upaya pemerintah dengan sepenuh hati. Dengan harapan, pariwisata danau toba akan semakin maju, sehingga dapat dijadikan contoh bagi pariwisata lain yang ada di daerah Sumatera Utara. Sehingga, pendapatan daerah akan terdongkrak dari sektor pariwisata. Tidak hanya pemerintah daerah, masyarakat sekitar juga dapat sejahtera dan hidup melalui usaha dengan memanfaatkan sektor pariwisata.(r)


Tag:

Berita Terkait

Opini

Tapteng dalam Tahap R3P, Sekda Tekankan OPD Bekerja untuk Rakyat

Opini

Peresmian Sekretariat MES Sergai, Momentum Bangkitkan Ekonomi UMKM

Opini

Diikuti 808 Peserta, OSS IV SMA St Petrus Sidikalang Resmi Dibuka

Opini

Bulog Sumut Pastikan Stok Beras 53 Ribu Ton dan Minyak Goreng 5,4 Juta Liter Aman

Opini

Kejari Karo Musnahkan Sabu 1,4 Kg dan Ganja 42 Kg dari Puluhan Perkara

Opini

IHSG Anjlok 3,27 Persen, Rupiah Melemah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS