Tallahassee (SIB)- Keterbatasan fisik bukan penghalang untuk traveling. Dengan bantuan teman, traveler penyandang disabilitas bernama Kevan akan digendong untuk keliling Eropa.Adalah Kevan Chandler, pria berumur 29 tahun asal Florida AS yang juga merupakan penyandang disabilitas. Dilansir dari CNN, Senin (21/3) rencananya Kevan akan melakukan perjalanan keliling Eropa dengan cara digendong oleh temannya.Tiga tahun yang lalu, Kevan yang menderita kelainan otot divonis oleh dokter bahwa ia akan menghabiskan waktu sekitar enam bulan dengan menggantungkan hidup pada tabung oksigen. Namun ternyata, vonis sang dokter tidak terbukti.Lantas Kevan yang hidup bergantung pada kursi roda karena keterbatasannya itu malah mengungkapkan ide gila, yakni ingin keliling Eropa. Tapi bagaimana caranya? Ya, dengan bantuan teman-teman yang sangat peduli padanya.Terinsipirasi dari perjalanan Kevan dulu saat hiking di daerah Greensboro, North Carolina bersama teman-temannya. Saat itu Kevan digendong oleh temannya secara bergantian layaknya tas ransel."Jika kami bisa melakukannya, apa lagi yang tidak bisa kami lakukan? Jawabannya adalah dunia," ujar Kevan.Pengalaman itu pun membuat Kevan semakin percaya diri. Hiking sudah, kenapa tidak coba traveling keliling Eropa yang merupakan keinginan besar Kevan. Mengharukannya, keempat teman Kevan pun mendukung dan bersedia menggendongnya untuk keliling Eropa.Untuk mewujudkan mimpi Kevan, ia dan keempat temannya Tom Troyer, Philip Keller, Ben Duvall dan Luke Thompson tengah mencari dana di situs GoFundMe untuk membiayai perjalanan mereka keliling Eropa. Mereka pun juga membuat situs We Carry Kevan."Seperti yang saya katakan, kita hanya perlu untuk terus bergerak," ujar Kevan.Rencananya mereka akan mengunjungi sejumlah tempat di Prancis, Inggris dan Irlandia. Perjalanan pun akan dimulai pada 19 Juni hingga 8 Juli 2016 nanti. Perjalanan Kevan pun akan difilmkan dan diabadikan dalam sebuah tulisan perjalanan.Semoga saja Kevan dan keempat temannya dapat mengumpulkan dana cukup untuk traveling keliling Eropa. Hal itu juga membuktikan, bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk traveling dan meraih mimpi. Semangat terus Kevan! (detik Travel/h)