Palu (SIB)- Organisasi wisata luar angkasa Malaysia berminat mengembangkan wisata angkasa luar di kawasan Teluk Palu mengingat perairannya tenang dan luas.Minat tersebut tertuang dalam surat yang ditandatangani oleh pendiri sekaligus Presiden Space Tourism Society Malaysia Chapter Norul Ridzuan Zakaria tertanggal 29 Maret 2014 yang ditujukan kepada Wali Kota Palu Rusdy Mastura, dan dipublikasikan pada Rabu.Sebelumnya pengelola wisata luar angkasa itu telah melakukan riset untuk mencari lokasi yang cocok yang bisa dilakukan penerbangan secara tegak lurus sejauh 100 kilometer ke luar angkasa.Untuk memenuhi persyaratan itu dibutuhkan danau atau perairan laut yang tenang dan luas, dan itu terwakili di kawasan Teluk Palu.Dalam surat itu, Norul Ridzuan menuliskan penerbangan pesawat luar angkasa itu akan memberikan pengalaman luar biasa bagi penumpang dengan gravitasi rendah. Penumpang pesawat suborbit itu nantinya juga bisa menyaksikan pemandangan bumi dari luar angkasa. Dari kondisi itu, Norul berniat mengelola sebuah pesawat suborbit yang bisa meluncur dan mendarat secara vertikal di Teluk Palu. Untuk mewujudkan hal itu, katanya, dibutuhkan kerja sama dengan Pemerintah Kota Palu atau Pemerintah Indonesia.Menanggapi itu, Wakil Wali Kota Palu Andi Mulhanan Tombolotutu mengatakan saat ini pemerintah sedang mengkaji kemungkinan untuk memberi izin investasi wisata yang tidak lazim itu.Secara umum dia menyambut baik minat pengusaha Malaysia itu, dan itu membuktikan Kota Palu sudah mulai dikenal secara internasional.Wisata serupa saat ini juga tengah berkembang di Eropa dan Amerika.Dua perusahaan wisata canggih asal Kanada memasukkan wisata ruang angkasa dalam layanan destinasi eksotisnya.Adventure Travel Company (ATC) di Toronto dan Uniktour yang berbasis di Montreal akan menawarkan para astronot amatir untuk menyelami perjalanan antariksa lewat pesawat ruang angkasa suborbital Lynx yang sedang dikembangkan XCOR Aerospace yang bermarkas di Mojave, California. (Ant/d)