Rendang Enak yang Benar-benar Gelap Warnanya

- Minggu, 29 Mei 2016 13:39 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/05/hariansib_Rendang-Enak-yang-Benar-benar-Gelap-Warnanya.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Bisa dibilang, rendang adalah masakan paling istimewa dari Sumatera Barat. Meski begitu, mencari rendang yang enak dan otentik di Ibu Kota rupanya gampang-gampang susah.Indonesia boleh berbangga, rendang menjadi salah satu masakan terenak di dunia. CNN memasukkan masakan khas Ranah Minang itu dalam daftar 50 makanan terenak di dunia. Kekuatan rasa dan teknik pembuatannya tak bisa dipandang sebelah mata.Apa yang menjadikan rendang begitu istimewa? Ahli kuliner sekaligus penulis buku 'Rendang Traveler: Menyingkap Bertuahnya Rendang Minang', Reno Andam Suri mengatakan, kekayaan rasa adalah salah satu kuncinya."Proses masaknya, kekayaan rasanya. Bayangkan bumbu yang masuk: kelapa tua membuat rasa jadi gurih, lamanya memasak, semuanya membuat rendang jadi makanan kebanggaan," tutur Reno, Rabu (25/5).Oleh karena itu, lanjut Uni Reno, rendang biasa disebut 'makanan adat'. Tiap daerah di Sumatera Barat punya 'rendang adat' masing-masing. Bahannya tak harus daging sapi tapi juga ayam, itik, belut bahkan daun-daunan di halaman rumah."Di Batusangkar ada rendang belut. Di daerah Kapau dan Bukittinggi khasnya rendang itik. Di daerah Lintau, rendangnya terbuat dari daun kayu dan daun-daunan di sekitar halaman rumah," terangnya.Uni Reno menekankan, rendang bukanlah makanan melainkan proses masak. Oleh karena itu kata 'rendang' biasa diikuti oleh bahan utamanya. Rendang daging, rendang ayam, rendang itik, dan seterusnya.Beda orang yang meracik, beda lagi citarasa rendangnya. Oleh karena itu, Uni Reno menekankan, tidak ada patokan rendang mana yang paling enak."Tapi cara paling mudah untuk menentukannya, rendang yang paling 'paripurna' itu warnanya benar-benar gelap. Bahkan kalau di daerah aslinya, daging rendang cenderung keras karena dimasak sangat lama," papar wanita kelahiran Jakarta, 2 Desember 1971 itu.Rendang, begitu pun masakan Padang lainnya menimbulkan kecintaan sendiri bagi Uni Reno. Pemilik bisnis 'Rendang Uni Farah' itu menyadari, masakan Padang tak sekadar kuliner tapi juga harga diri.Orang Padang akan menyajikan sesuatu yang paling baik untuk dimakan. Dari segi bahan, bumbu, semuanya diperhitungkan dan proses masaknya tidak pernah mereka minimalisir," tuturnya.Kini, di beberapa daerah Sumatera Barat masih terdapat tradisi unik saat menyajikan makanan. Setiap acara yang mengundang tamu, para wanita datang membawa dulang di atas kepala."Mereka membawa hasil masakan sendiri di atas kepala. Semakin bagus dan enak rasanya, semakin bangga mereka membawanya ke tempat perhelatan," tambah dia.Oleh karena itulah, masakan Padang menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Minang. Hal itu terbawa saat perantau asal Minang membuka restoran Padang di seantero Nusantara."Itulah yang membuat bangga, ada perjuangan saat proses pembuatannya," tambah Uni Reno. (Kps.com/y)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Pariwisata

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Pariwisata

PGN Masuk 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi TIME