Kisah Kota Seribu Jendela di Albania

- Minggu, 14 Agustus 2016 11:23 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/08/hariansib_Kisah-Kota-Seribu-Jendela-di-Albania.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Berat (SIB)- Berat adalah nama sebuah kota yang bersejarah di Albania. Julukannya adalah Kota Seribu Jendela. Ada ceritanya kenapa dinamai demikian.Albania merupakan salah satu negara Balkan yang berada di Eropa bagian tenggara. Negara ini berbatasan dengan Montenegro di sebelah utara dan Yunani di bagian selatannya. Albania pun memiliki satu destinasi wisata yang unik dan menarik, yang bernama Kota Berat.Dari situs resmi pariwisata Albania yang dilihat, Senin (8/8) Kota Berat sudah ada sejak 2000 tahun lalu. Hingga kini, kota yang masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO itu dihuni oleh sekitar 40 ribu orang.Untuk menuju berat, traveler bisa naik mobil dari Tirana (ibukota neara Albania). Jaraknya hanya 120 km, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Jalanannya naik turun bukit dan berliku-liku. Namun sesampainya di Berat, mata Anda akan terbelalak melihat rumah-rumahnya.Rumah-rumah di Berat punya ciri khas. Berada di lereng gunung, rumah-rumahnya berdempetan, namun tetap terlihat rapi. Perhatikan lagi, satu rumah di sana bisa punya hingga 10 jendela. Maka Berat, diberi julukan Kota Seribu Jendela.Mengapa rumah-rumah di sana punya banyak jendela? Ada banyak versinya, seperti karena berada di lereng gunung, dengan banyak jendela akan mudah keluar rumah jika terjadi longsor. Versi lain menyebutkan, dengan banyak jendela maka memudahkan orang-orang untuk melihat lanskap lembah, sungai dan pegunungan yang cantik.Sejarah mencatat, rumah-rumah tersebut sudah ada sejak abad ke-11. Dua abad selanjutnya, Kesultanan Ottoman dari Turki menduduki kota ini. Pihak kesultanan tetap menjaga tiap rumah dan bagunan di sana, serta mendirikan masjid-masjid untuk umat Muslim yang datang.Tiap rumah di Kota Berat, kebanyakan memiliki dua lantai. Lantai di bawah untuk menerima tamu, sedangkan lantai yang atas sebagai tempat tidur. Traveler yang datang pun bebas berfoto-foto, hingga masuk ke dalam rumahnya untuk berkenalan lebih dekat dengan penduduk Berat.Selamat datang di Kota Seribu Jendela! (detikTravel/h)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Wali Kota Tebingtinggi Tunjukkan Ijazah Asli Usai Dituding Palsu

Pariwisata

Aksi Sosial Ramadan, PC Himmah Kota Tebingtinggi Berbagi Takjil Selama Tiga Hari

Pariwisata

ATR Sumut Minta Polemik Surat Edaran Wali Kota Medan Disikapi Bijak

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan