Tapteng (SIB)- Bisnis atau industri pariwisata di Kabupaten Tapanuli Tengah kini semakin lesu. Sejumlah destinasi wisata terlihat sepi. Imbasnya, pertumbuhan sektor perdagangan, hotel dan restoran di wilayah itu melambat. Selain itu, pendapatan pengusaha kapal wisata dan pedagang kecil pun menurun drastis.Di Pantai Pandan dan Pantai Bosur, misalnya, nyaris tidak ada pengunjung. Padahal dua lokasi pantai ini menjadi ikon wisata Tapteng. Sejumlah kapal- kapal wisata terlihat bersandar seharian tanpa penumpang. Kapal wisata ini biasanya membawa penumpang yang ingin mengunjungi dan menikmati pulau - pulau indah seperti Pulau Poncan, Putri, Mursala, Batu Gaja, Bakkar dan Situkkus."Sejak liburan panjang Idul Fitri kemarin, pantai ini sepi pengunjung. Biasanya, hari Sabtu dan Minggu, pengunjung selalu ramai, tetapi belakangan ini sangat sepi," kata Tahan Mulia Sihombing, pengendali kemudi kapal motor yang beroperasi di kawasan Pantai Pandan, Kamis (22/9).Hari itu, tujuh unit kapal motor wisata sejak pagi hari, bersandar tanpa penumpang."Mungkin lokasi ini kurang promosi, dan memang belakangan ini sudah jarang dilaksanakan even pariwisata. Kalau masa Pak Bonaran, pantai ini selalu ramai," tambahnya.Rekan seprofesinya, Padiri Pasaribu juga mengungkapkan, pemerintah (Pemkab Tapteng) perlu membuat terobosan agar industri pariwisata di wilayah ini bergeliat kembali. "Bayangkan saja, beberapa tahun yang lalu, kita sempat merasakan dampak ekonomis dari pariwisata. Pendapatan ketika itu bisa membiayai hidup dan kebutuhan anak-anak bersekolah, sekarang tidak lagi," ujarnya.Hal senada juga diungkapkan Meysuri Pasaribu, seorang ibu paruh baya yang sehari-harinya berjualan makanan ringan di Pantai Pandan."Sangat sepi, mulai pagi saya di sini, belum ada yang membeli dagangan saya," katanya.Terpisah, marketing Pia Hotel di Pandan Heriyadi Sianipar mengakui tingkat hunian di hotel tersebut juga semakin menurun, "Sebahagian besar penginap hanya sebatas untuk urusan dinas dan bisnis. Namun kalau didorong oleh geliat pariwisata, saya pikir belum signifikan," katanya.Dia pun berharap, pemerintah tetap konsern melakukan terobosan untuk memajukan sektor pariwisata di daerah itu. "Dulu sudah sempat bersinar, tetapi sekarang sepertinya redup," katanya.Bergeser sedikit ke arah Selatan dari Pantai Pandan, kondisi serupa juga terjadi di Pantai Bosur. Lokasi wisata pantai yang disulap pada masa pemerintahan mantan bupati Bonaran Situmeang dan menelan biaya ratusan miliar tersebut, kini terkesan ditelantarkan. Tidak terlihat adanya inovasi pengembangan, pengunjung pun berkurang drastis.Kepala Bidang Pengembangan Objek Pariwisata Dinas Pariwisata Tapteng Rahmad Jambak, mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyusun rancangan pengembangan kepariwisataan daerah dan akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. "Sejumlah kegiatan festival dan pesta budaya juga akan dilaksanakan, sebagai salah satu cara untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke daerah ini," katanya. (E06/f)