Cuma di Peru, Naik Kereta Mewah di Atap Dunia

- Minggu, 11 Juni 2017 19:53 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir062017/hariansib_-Cuma-di-Peru--Naik-Kereta-Mewah-di-Atap-Dunia.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Lima (SIB)- Suasana romantis tidak harus di pantai, hotel mewah maupun restoran bintang lima. Ada perjalanan romantis naik kereta mewah Pegunungan Andes di Peru.Perjalanan menggunakan kereta melewati Pegunungan Andes, menikmati pemandangan yang menakjubkan, sambil merasakan kemewahan kereta api bisa menjadi pilihan traveler di Peru. Perjalanan ini digagas oleh Belmond Andean Explorer.Andean Explorer adalah kereta mewah pertama di Amerika Selatan yang menggabungkan tempat berlibur di siang hari dengan akomodasi tidur di malam hari, sambil melintasi Andes di Peru.Kamarnya mewah, dengan dekorasi ruangan seperti miniatur apartemen dengan sofa lipat, hingga teras mewah. Kereta juga dilengkapi jendela-jendela indah untuk menyaksikan pemandangan yang siap memanjakan mata.Di kereta ini terdapat 24 kamar, dan mobil untuk observasi. Kereta juga dilengkapi dengan tempat duduk santai, serta bar dan restoran yang dikelola langsung oleh koki Peru Diego Munoz, koki yang terkenal dengan paduan resep tradisionalnya.Dilansir dari CNN, Senin (5/6) traveler bisa memulai perjalanan dari pinggiran Kota Arequipa, stasiun paling selatan dari rute wisata ini. Perjalanan wisata ini memakan waktu tiga hari. Kereta akan mendaki ke jalur ke Pegunungan Andes menuju pemberhentian terakhir Kota Cusco.Selama tiga jam kita akan menelusuri jalan berkelok-kelok melewati Calco Canyon, ngarai kedua terbesar di dunia yang tingginya 4.300, hampir dua kali tinggi dari Grand Canyon. Tempat ini sangat spektakuler, lereng gunung hijau yang curam melewati Desa Kuno Inca. Di sini juga tempat terbaik untuk melihat Condor, burung terbesar di planet ini.Pada pagi harinya kita bisa menyaksikan puluhan hewan ternak berlari bebas seperti seperti awan raksasa yang membumbung tinggi menghiasi keindahan fajar.Objek selanjutnya adalah Danau Titicaca. Berangkat dari pinggiran Kota Areiqupa melintasi pegunungan dengan dataran tinggi yang tandus dan hijau. Kita bisa melihat pengembala bersyal pelangi mengembalakan alpaca, anak-anak yang melambaikan tangan dari rumah batu dan gua yang di dalamnya terdapat lukisan tua yang berumur 6.000 tahun.Di tepian Danau Lagunillas traveler bisa menyaksikan sunset sembari belajar cara membuat ceviche, yaitu olahan seafood yang terkenal di Amerika Latin dan Karabian. Rasakan serunya memasak sambil menikmati pemandangan danau.Menjelang pagi kereta akan sampai di pantai Danau Titicaca. Ada hal yang unik selain pemandangan danau yang bisa kita nikmati. Terdapat pulau yang mengapung di tengah danau! pulau ini merupakan rumah bagi ribuan orang yang tinggal di serangkaian rumah panggung yang terhubung oleh totora, sejenis rumput gajah.Di pulau ini merupakan satu keluarga dari Komunitas Uro, mereka tinggal di gubug jerami. Di sini kita belajar bagaimana cara penduduk setempat tinggal dan hidup bersama.Perjalanan selanjutnya yaitu ke Lembah La Raya. Lembah ini merupakan puncak tertinggi dari perjalanan. Ketika menuruni lembah kita akan melewati reruntuhan Inca Raqchi dan menyusuri Sungai Urubamba melewati ladang jagung dan Kuinoa yang subur.Kemudian sampailah kami di Cusco, rute terakhir kereta. Cosco merupakan gerbang menuju Machu Picchu, bangunan bersejarah berupa benteng Inca yang dibangun pada abad ke-15 beserta lembah suci. Dari bangunan Inca yang bertingkat-tingkat kita dapat melihat sisi gunung, runtuhan kuil di dalam hutan, serta pantulan cahaya yang membentuk pelangi. Paduan warna alam yang menghipnotis mata dan membuat bibr berdecak kagum!Benteng terbuat dari batu kapur yang dibangun tanpa besi, lesung atau roda Bangsa Inca berhasil menciptakan arsitektur rumit pada masa itu. Suku Inca terkenal sebagai suku yang memiliki kecerdasan luar biasa. Mereka bisa membangun dinding anti gempa, air mancur serta saluran air yang sampai sekarang masih digunakan. Keren! (detik Travel/l)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Anggota DPRD Labura A Ramadhan Simatupang Jadi Bilal Salat Tarawih di Masjid Al-Huda Desa Tubiran

Pariwisata

Terapkan RJ, Kejati Sumut Selesaikan Perkara Penganiayaan Sitorus di Porsea,Toba

Pariwisata

Oknum Brimob Penganiaya Siswa SMP Hingga Tewas di Tual Dipecat

Pariwisata

Jaksa Dalami Pembelian 4 Lahan Sawit Menantu Eks Sekretaris MA Nurhadi

Pariwisata

Langkah Cepat, Geobox Dipasang Sementara di Bendung Tanjung Muda untuk Aliri Sawah Jelang Musim Tanam

Pariwisata

Terima Silaturahmi Kepala BNNK, Bupati Sergai Tekankan Sinergi Cegah Narkotika