Tobasa (SIB)- Setelah sempat menggeliat, lokasi wisata alam pantai Danau Toba Pantai Pakkodian di Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba Samosir, mulai sepi pengunjung. Minimnya kunjungan ke daerah yang memiliki wisata air dan wisata hutan ini, selain kurang gencarnya promosi, juga karena kurangnya pemeliharaan.Padahal, beberapa item pembangunan telah masuk ke daerah ini, melalui dana pemerintah Kabupaten Toba Samosir di tahun-tahun sebelumnya. Kini daerah yang memiliki view panorama alam yang indah ini, hanya didatangi orang-orang yang ingin memancing saja. Padahal lokasi wisata ini sangat potensial dikembangkan, untuk wisata air dan wisata hutan.Pantauan wartawan, objek wisata tersebut saat ini ditumbuhi ilalang, bahkan ternak pun berkeliaran di sepanjang bibir pantai. Selain itu, jalan untuk menuju lokasi objek wisata tersebut tidak terpelihara dengan baik.Untuk pengunjung yang menggunakan kendaraan roda 4 ke daerah ini harus was-was. Pasalnya jalan yang dulunya lebar saat ini menjadi sempit karena badan jalan telah ditumbuhi semak-semak.B Hutapea yang kebetulan berkunjung ke daerah itu, kepada wartawan, menyayangkan kurangnya perhatian dari Pemkab membangun lokasi Pantai Pakkodian ini. Pemandangan di Pantai Pakkodian sangatlah indah, namun saat ini keindahan tersebut telah hilang karena tidak ada perhatian untuk menjaga kebersihan lokasi tersebut.Menurutnya, guna menjaga wisatawan agar tetap berkunjung ke salah satu objek wisata, perlu peran pemerintah, dimana fasilitas umum harus tersedia serta kebersihan objek wisata harus terjaga dengan baik dan masyarakat yang menjadi pengelola harus memberikan pelayanan yang baik.Sementara itu, Sahala Tampubolon anggota DPRD Toba Samosir, saat berbincang-cincang dengan SIB, Jumat (14/7) di Gedung DPRD, menyebutkan, potensi yang dimiliki Pantai Pakkodian sangat besar untuk dikembangkan guna menarik kunjungan wisata ke daerah Toba Samosir.Menurut mantan Bupati pertama Tobasa ini, pihaknya telah beberapa kali minta pihak eksekutif untuk mengembangkan lokasi ini. "Sudah beberapa kali kita minta, agar Pemkab memperhatikan pengembangan daerah ini. Bahkan jalan menuju kesanapun kita sudah mintakan kepada PU, agar memperhatikan khususnya perlu adanya perluasan tikungan yang ada di beberapa titik, agar nantinya mobil bus yang membawa wisatawan bisa masuk ke lokasi," sebut Sahala.Dikatakan Sahala Tampubolon, di saat dirinya menjadi Bupati Tobasa, seorang ahli telah turun ke lokasi guna pengembangan lokasi tersebut dengan konsep pembangunan homestay-homestay. Konsep yang ditawarkan sesuai dengan masyarakat Eropa yang biasanya berlibur pada saat musim gugur, khususnya bagi para lansia Eropa (orang-orang yang sudah pensiun red)."Akan tetapi program ini terhenti dan tidak berlanjut di kala adanya peralihan kepemimpinan daerah pada saat itu," kata Sahala. (H01/q)