Bagai Lukisan, Inikah Kebun Lavender Terindah di Jepang?

- Minggu, 30 Juli 2017 14:41 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir072017/hariansib_Bagai-Lukisan--Inikah-Kebun-Lavender-Terindah-di-Jepang-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Baban/detikTravel
Kebun Tomita di Kota Furano, Hokkaido, Jepang
Sapporo (SIB) -Bicara soal wisata di Jepang seakan tak ada habisnya. Di Hokkaido, Jepang, ada kebun lavender yang indahnya bagai lukisan.Berkunjung ke Kebun Tomita di Kota Furano, Hokkaido, Jepang, bukan hanya sekadar menatapi aneka jenis bunga. Di tempat wisata ini, traveler dapat melihat langsung proses penyulingan bunga lavender menjadi minyak yang menghasilkan ragam produk komersial.Semerbak lavender menyeruak di area kebun memiliki luas sekitar 20 hektare. Spot menarik di area tersebut ialah sebuah bukit yang terdapat hamparan lavender."Dahulu untuk pertama kalinya lavender ditanam di bukit ini," ujar Sasayama Michiko selaku pemandu dari Jepang National Tourism Organization (JNTO) yang mengantar awak media asal Indonesia, Kamis (20/7).Budidaya bunga berwarna ungu telah dilakoni petani di Hokkaido sejak zaman dulu. Seiring roda waktu bergulir, bahan baku batang lavender beraroma khas dimurnikan hasilnya lalu diolah jadi parfum, sabun, aroma terapi dan lainnya.Pengelola Taman Tomita menyiapkan sarana edukasi untuk pengunjung. Ada satu gerai memamerkan alat-alat penyulingan lavender disertai aktivitas pekerjanya. Semua proses ekstraksi tersebut dapat disaksikan wisatawan."200 kilogram tangkai lavender ini dapat menjadi satu kilogram cairan minyak lavender," kata Michiko.Usai menyimak pengolahan lavender, mampirlah ke 'pabrik' parfum dan sabun. Dalam ruang berdinding kaca, sejumlah perempuan nampak sibuk meracik cairan lavender yang sudah diproses ekstraksi."Parfum dan sabun wangi lavender dijual juga di tempat ini," ucap Michiko.Michiko menjelaskan, paling tepat menyambangi Kebun Tomita saat musim semi. Sebab, sambung dia, lavender mekar pada tengah tahun."Lavender bunganya mekar tiap bulan Juli. Bertepatan musim semi ini juga bunga lainnya mekar," kata Michiko.Berjalan kaki menjelajahi perkebunan bunga warna-warni di lokasi ini mengasyikkan. Sejumlah zona kuliner tersedia guna mengisi perut dan melepas dahaga.Destinasi wisata tersebut bisa dibilang terpopuler di Hokkaido. Hanya dua jam jarak tempuhnya menggunakan kendaraan dari Kota Sapporo. Untuk masuk tempat rekreasi yang dekat dengan Stasiun Lavender ini pun gratis.Menurut Michiko, mayoritas pelancong ke Kebun Tomita datang dari Asia yang di antaranya Malaysia, Indonesia, dan Thailand.  (detikTravel /d)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Posko Pengungsi Hutanabolon Perlahan Dikosongkan Secara Bertahap

Pariwisata

1.530 Guru Ngaji, Bilal Mayit dan Nazir Masjid di Labura Terima Tali Asih

Pariwisata

Safari Ramadan, Wali Kota Tampung Aspirasi Masyarakat Tebingtinggi

Pariwisata

Wakil Wali Kota Resmikan Panti Asuhan The Yatim Village Tanjungbalai

Pariwisata

Pejabat Kementerian BUMN Jadi Saksi Kasus Korupsi Kerja Sama PTPN dengan Ciputra

Pariwisata

Sinergi TNI-Polri Bongkar Peredaran Ganja di Siantar, Pria 28 Tahun Ditangkap