Misteri Suara Gamelan dan Kuda Sembrani di Situs Batu Berlubang Garut

- Minggu, 13 Agustus 2017 18:11 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir082017/hariansib_Misteri-Suara-Gamelan-dan-Kuda-Sembrani-di-Situs-Batu-Berlubang-Garut.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Hakim Ghani/detikTravel
Situs Pasir Lulumpang yang masih misterius di Garut.
Garut (SIB) -Situs Pasir Lulumpang di Garut, Jawa Barat menyisakan misteri yang belum terungkap. Termasuk suara gamelan dan kuda sembrani yang kerap terdengar oleh warga.Situs Pasir Lulumpang merupakan cagar budaya yang dilindungi pemerintah sejak tahun 2002 lalu. Namun, di balik keindahannya, cerita-cerita mistis datang dari warga sekitar lokasi situs.Juru kunci Situs Pasir Lulumpang, Iin (64), menceritakan kisah-kisah mistis yang dialami warga kepada detikTravel. Iin mengatakan, banyak kisah mistis yang dialaminya selama hampir 30 tahun menjadi kuncen di tempat ini."Ada banyak ya di antaranya, kalau malam Jumat sama malam Selasa sering terdengar suara gamelan dan kuda yang sedang minum di Danau Gabus (Danau yang terletak tak jauh dari situs). Warga di sini sudah tidak aneh lagi," ungkap Iin di Situs Pasir Lulumpang, Desa Cimareme, Banyuresmi, Garut, Jumat (4/8).Iin mengatakan, bahkan warga kampung tetangga sempat berbondong-bondong datang ke lokasi situs, karena mengira ada pertunjukan musik di Situs Pasir Lulumpang."Tapi mereka pada pulang lagi karena memang tidak ada pertunjukan musik di sini. Sampai sekarang itu kalau malam Jumat sama malam Selasa sering kedengeran," katanya.Selain kejanggalan itu, pernah suatu ketika ada sekelompok orang yang hendak mencuri batu tersebut. Namun, orang-orang tersebut mengalami sakit setelah mencoba memindahkan batu tersebut ke dalam mobil."Kalau itu sekitar tahun 60-an, waktu itu saya masih kecil, bapak saya yang masih jadi kuncen. Ada sekitar 5 orang yang coba ambil batu itu, tapi mereka mengeluh sakit pas ingin angkat batu itu ke mobil. Sehari berselang mereka datang lagi, tapi cuman empat orang. Mereka bilang teman yang satunya meninggal, setelah angkat batu itu," ungkapnya."Memang orang-orang itu berasal dari luar wilayah Desa Cimareme. Kalau tidak salah mereka itu dari Kecamatan Samarang," Iin menambahkan.Meskipun sarat akan kisah mistis dan misteri, selalu ada wisatawan yang mengunjungi tempat ini. Kebanyakan dari mereka merupakan wisatawan yang datang dari luar Garut dan sejumlah mahasiswa yang melakukan penelitian.Iin mengimbau kepada para wisatawan yang hendak datang ke situs ini untuk tidak takut dan selalu menjaga sikap selama berada di situs ini. "Intinya patuhi saja aturan di tempat ini," pungkasnya. (detikTravel/f)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Posko Pengungsi Hutanabolon Perlahan Dikosongkan Secara Bertahap

Pariwisata

1.530 Guru Ngaji, Bilal Mayit dan Nazir Masjid di Labura Terima Tali Asih

Pariwisata

Safari Ramadan, Wali Kota Tampung Aspirasi Masyarakat Tebingtinggi

Pariwisata

Wakil Wali Kota Resmikan Panti Asuhan The Yatim Village Tanjungbalai

Pariwisata

Pejabat Kementerian BUMN Jadi Saksi Kasus Korupsi Kerja Sama PTPN dengan Ciputra

Pariwisata

Sinergi TNI-Polri Bongkar Peredaran Ganja di Siantar, Pria 28 Tahun Ditangkap