Air Terjun Murukeba, Si Cantik dari Ende

- Minggu, 17 September 2017 14:33 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir092017/hariansib_Air-Terjun-Murukeba--Si-Cantik-dari-Ende.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Ende (SIB) -Keindahan alam Flores sudah tidak diragukan lagi. Memiliki  wisata alam yang lengkap, membuat pulau ini selalu diminati oleh wisatawan dari berbagai negara. Salah satunya Air terjun Murukeba yang pesonanya tidak bisa traveler lewatkan bila ke Danau Kelimutu.Beberapa saat lalu penulis berkunjung ke Air Terjun Murukeba. Air terjun ini berada di bawah kaki Gunung Kelimutu, tepatnya di Desa Waturaka, Kabupaten Ende, Flores. Bila dihitung-hitung, jarak jalan raya ke air terjun sekitar 700 meter, atau 30 menit berjalan kaki.Setelah berkunjung ke Danau Kelimutu kami pun langsung menuju lokasi air terjun. Dari Jalan Raya Kelimutu kami menaiki sekitar 55 anak tangga menuju pos penjagaan air terjun. Tangganya tersusun dari batu alam berbentuk pipih dengan pagar bambu sebagai pegangan di bagian kanan. Sangat berbau alam!Dari informasi yang kami dapatkan harga tiket masuknya Rp 5.000 , tapi setelah menunggu beberapa lama tidak ada seorangpun yang datang ke pos, kami pun melanjutkan perjalanan memasuki air terjun ini. Kami berjalan menyusuri selokan air, melewati beberapa ekor babi hutan yang sedang menyantap hidangannya, sampai akhirnya kami tiba di tikungan.Tikungan ini membawa kami ke padang rumput yang luas dengan beberapa ekor sapi yang sedang asyik merumput. Kami pun berhenti sejenak untuk menikmati keindahan sabana dengan latar belakang perbukitan nan hijau. Indah!Perjalanan kami lanjutkan lagi memasuki jalan setapak, dimana penduduk setempat menyebutnya Hutan Keba dan kebun kopi. Kemudian kami menyeberangi jembatan bambu sepanjang sekitar 3 meter dengan aliran air terjun di bawahnya. Ini pertanda kami sudah mendekati air terjun.Benar saja! Sekitar 50 langkah kami sudah berada di kawasan air terjun. Air terjun mengalir dari tebing setinggi sekitar 100 meter. Aliran air yang deras menimpa batu cadas setinggi 10 meter dari tanah, sebelum akhirnya menyentuh tanah lapang seluas sekitar 20 meter persegi.Area air terjun ini sangat asri dan bersih. Udaranya juga terasa sejuk dan segar. Bisa bayangkan betapa tenangnya berada di tengah Hutan Keba yang hijau berpadu gemericik air terjun. Bikin betah lama-lama! (detikTravel/l)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Aksi Sosial Ramadan, PC Himmah Kota Tebingtinggi Berbagi Takjil Selama Tiga Hari

Pariwisata

ATR Sumut Minta Polemik Surat Edaran Wali Kota Medan Disikapi Bijak

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut