Tele (SIB) -Tradisi jualan lepat pulut secara turun-temurun dari tahun 1960-an hingga sekarang masih dilestarikan. Lebih kurang 10 warung yang berada di simpang Tele, Kabupaten Samosir, setiap pagi menyiapkan lepat pulut di depan warung masing-masing. Hal ini terlihat, Minggu (10/9) di Dusun II, Desa Partungkot Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.Salah seorang pemilik warung, Sahat Tobing (56), menuturkan lepat pulut ini menjadi penganan khas simpang objek wisata Pangururan dari turun-temurun."Bahan Lepat ini sangat simple, namun mampu menggugah selera orang yang singgah. Bahannya hanya dari tepung pulut, kelapa, gula merah dan dibungkus dengan daun Sinki," ujarnya.Salah seorang warga yang singgah, Basrun Matondang (49) mengatakan lepat pulut mempunyai rasa khas yang berbeda dari Lepat lainnya."Rasanya tidak lengkap, kalau singgah di simpang ini tanpa memakan lepat pulut khas simpang Tele," tuturnya. (Dik-BS/l)