Viral di Medsos, Obyek Wisata Negeri di Atas Awan Disesaki Wisatawan

- Minggu, 08 Oktober 2017 15:22 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2017/10/hariansib_Viral-di-Medsos--Obyek-Wisata-Negeri-di-Atas-Awan-Disesaki-Wisatawan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/KOMPAS.com/JUNAEDI
Setelah viral di medsos sejak lebih dari sebulan terakhir, obyek wisata Buntu Liarra yang populer dengan sebutan Negeri di atas awan kini terus disesaki wisatawan terutama pada hari Sabtu dan Minggu.
Mamasa (SIB)- Obyek wisata Buntu Liarra di Mamasa Sulawesi Barat, yang dikenal sebagai " Negeri Di Atas Awan" yang terkenal dengan panorama alam dan lukisan awannya yang indah dan menakjubkan mata semakin ramai diberitakan di media sosial.Kini obyek wisata yang berada di Desa Talimbung, Kecamatan Tanduk Kalua, Kabupaten Mamasa itu semakin diburu wisatawan dari berbagai daerah.Infrastruktur jalan yang belum memadai hingga pengunjung harus harus jalan kaki sekitar 30 menit hingga puncak gunung tidak mengurangi semangat para wisatawan mengunjungi obyek wisata yang baru sebulan terakhir populer.Sejak Sabtu pagi (30/9), ratusan wisatawan dari berbagai daerah terus berdatangan ke Buntu Liarra. Mereka rela mendirikan tenda-tenda di puncak gunung Buntu Liarra agar bisa mengabadikan momen cantik tersebut.Setelah viral di Medos sejak lebih dari sebulan terakhir, obyek wisata Buntu Liarra yang populer dengan sebutan Negeri di Atas Awan kini terus disesaki wisatawan terutama pada Sabtu dan Minggu.Wisatawan yang menggemari pemandangan alam ini bukan hanya kalangan anak-anak dan remaja, namun juga orang dewasa. Sejumlah keluarga yang hendak menghabiskan waktu liburan di lokasi ini membawa serta keluarga dan anak-anak mereka."Pemandangannya indah dan menakjubkan, meski harus berjalan kaki beberapa menit sampai ke puncak tapi begitu menyaksikan lukisan awan indah rasanya terbayar semuanya," tutur Nelly, salah satu wisatawan yang mengaku baru pertama kali meyaksikan panorama alam ini.Masyarakat setempat memberi nama " Negeri di Atas Awan" karena bila wisatawan berada di atas puncak gunung tersebut dapat meyaksikan pemandangan alam dan hamparan lukisan awan putih yang tebal menyelimuti lereng-lereng pengunungan.Awannya bahkan berada di bawah telapak kaki. Pemandangan indah dan menakjubkan mata ini dapat disaksikan mulai pukul 04.00 hingga pukul 09.00. Atau mulai pukul 16.00 hingga malam hari.Daniel, Kepala Desa Talimbung berharap agar setiap pengunjung yang datang tetap menjaga keamanan dan kebersihan di lokasi wisata tersebut.Dia berharap ada perhatian dari Pemkab Mamasa untuk membenahi berbagai infrastruktur pendukung wisata seperti seperti perbaikan akses jalan menuju puncak Buntu Liarra dan gazebo dan sarana lainnya yang bisa menunjang peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Buntu Liarra.Menurut Daniel, obyek wisata tersebut adalah sebuah potensi kekayaan alam lokal masyarakat Kabupaten Mamasa yang tidak terdapat di tempat lain.Untuk mencapai lokasi tersebut dibutuhkan waktu sekitar 25 menit dari ibu kota Kabupaten Mamasa dengan menggunakan sepeda motor menuju Desa Balla Peu. Selanjutnya trekking menuju puncak gunung Liarra yang berada di Desa Talimbung membutuhkan waktu sekitar 20 menit.Selain jalur Desa Balla Peu juga ada jalur lain dari arah Kecamatan Tanduk Kalua dari arah Desa Talimbung yang juga membutuhkan waktu trekking sekitar 20 menit mencapai puncak. (Kompas.com/l)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Aksi Sosial Ramadan, PC Himmah Kota Tebingtinggi Berbagi Takjil Selama Tiga Hari

Pariwisata

ATR Sumut Minta Polemik Surat Edaran Wali Kota Medan Disikapi Bijak

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut