Ketika Kuburan Jadi Tempat Wisata

- Minggu, 03 Desember 2017 13:57 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2017/12/hariansib_Ketika-Kuburan-Jadi-Tempat-Wisata.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Peter Parks/AFP
Wisatawan yang tengah santai di kuburan
Adelaide (SIB) -Pemakaman atau kuburan identik dengan kesan seram dan sunyi. Namun di Australia, ada wacana untuk menjadikan kuburan sebagai tempat wisata. Gimana, ya jadinya?Dilansir dari AFP, Selasa (21/11), konsep wisata tak biasa itu pun datang dari Pemakaman West Terrace di Adelaide, Australia.Didukung oleh pemerintah, pihak pemakaman West Terrace membuat produk minyak zaitun yang diolah langsung dari buah zaitun di pemakaman. Inovasi itu pun dilakukan untuk menarik wisatawan dalam rangka ulang tahun pemakaman yang ke-180."Menjual kematian itu sangat sulit, tidak ada yang mau membelinya. Namun jika kita menjual minyak zaitun atau pengalaman yang datang langsung dari sebuah pemakaman, maka ada unsur tempat dan sejarah di situ," ujar Kepala Eksekutif Otoritas Pemakaman Adelaide, Robert Pitt.Terbukti, sejumlah minyak zaitun yang diproduksi terbatas langsung ludes dalam waktu cepat. Agaknya orang tidak terlalu peduli dari mana asal minyak zaitun itu.Nyatanya sejumlah pemakaman besar lain di Australia mulai beralih fungsi jadi tempat wisata. Pemakaman Rookwood di Sydney misalnya, sering jadi tempat workshop hingga jalan santai dan balapan sepeda.Malah dalam rangka perayaan ulang tahun pemakaman yang ke-150, Pemakaman Rockwod juga menyelenggarakan live musik jazz, demonsrasi penguburan hingga ajang melukis wajah anak-anak.Pihak otoritas pemakaman Adelaide bahkan memiliki wacana untuk menambahkan fasilitas realita buatan di pemakaman untuk menghadirkan 'pesan' dari orang mati pada yang masih hidup.Tidak sampai situ, ada juga wacana lain untuk menghadirkan acara 'Death Over Dinner' atau makam malam sambil membicarakan kematian. Tujuannya adalah untuk membicarakan isu yang dianggap seram seperti kematian."Pengalaman kami sebagai operator kuburan dan pemakaman berputar di sekitar orang-orang yang tengah menyiapkan akhir hidup mereka sebelum waktunya datang. Hal itu pun baik bagi orang-orang yang akan ditinggalkan nantinya," ujar Robert.Hanya saja, tidak semua orang setuju dengan ode tersebut. Salah satu keluarga di Melbourne harus mengalami pengunuduran jadwal pemakaman nenek mereka karena tengah ada tur wisata.Lain lagi halnya dengan seorang traveler bernama Maree Edwards yang ayahnya dikuburkan di Pemakaman Rookwood. Maree mendapati perubahan yang signifikan di pemakaman tersebut."Dua puluh yahun lalu hanya ada satu penjual bunga di pintu masuk. Namun sekarang, ada kedai kopi. Ana harus datang ke sini dengan pemikiran yang berbeda," ujar Maree. (detik Travel/l)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Aksi Sosial Ramadan, PC Himmah Kota Tebingtinggi Berbagi Takjil Selama Tiga Hari

Pariwisata

ATR Sumut Minta Polemik Surat Edaran Wali Kota Medan Disikapi Bijak

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut