Ajaib! Pantai di Lembata Ini Bisa Berubah-ubah

- Minggu, 17 Desember 2017 19:20 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2017/12/hariansib_Ajaib--Pantai-di-Lembata-Ini-Bisa-Berubah-ubah.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
NTT (SIB) -Selain memiliki tradisi perburuan paus, Lembata juga punya pantai indah. Salah satunya bahkan bisa berubah-ubah mengikuti musim.Kabupaten Lembata memiliki wisata pantai yang indah. Salah satunya adalah Pantai Mingar yang terletak di Desa Mingar, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Keindahannya tak tertandingi oleh pantai mana pun di dunia.Pantai yang selalu berubah wujud ini jaraknya hanya sekitar 20 kilo meter dari Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata. Tepatnya di bagian selatan Pulau Lembata.Siklus perubahan pantai biasa terjadi pada bulan April hingga Januari. Selama 10 bulan itu, pantai akan dipenuhi pasir putih. Panjangnya sekitar 5 kilo meter.Namun pada bulan Februari hingga Maret, semua pasir putih akan menghilang ditelan gelombang. Pantai itu hanya tersisa batu karang dan sedikit pasir hitam.Selama bulan Februari-Maret ini, warga setempat akan berjubel di pantai untuk mencari nale (cacing laut).Kini Mingar menjadi tujuan wisatawan manca negara. Sayang di sekitar pantai tidak tersedia penginapan. Wisatawan asing yang terjebak malam di pantai itu terpaksa tidur di bale-bale wisata yang dibuat oleh pemerintah setempat."Kemarin ada bule asal Prancis tidur di sini. Dia sendirian. Kami sempat bercakap-cakap dengan dia. Kami ajak dia ke rumah, tapi dia memilih tidur di tempat (bale-bale) ini," ujar Hans, warga Mingar."Kepala Desa Mingar, Isadorus Pasing alias Isa Sura juga membenarkan hal itu. Sering sekali bule-bule ke sini. Biasanya mereka tidur di pantai," ucapnya.Menurut Isa, pantai Mingar akan terlihat ramai di hari minggu atau hari libur. Orang Lewoleba yang biasa ke sini. Bule-bule juga sering ke sini katanya.Gelombang laut di pantai yang berhadapan langsung dengan Pulau Suanggi ini sangat cocok untuk berselancar. Tapi hingga kini hanya sedikit yang berminat.Itu karena akses jalan menuju pantai sangat buruk. Hanya sedikit yang beraspal. Belum lagi ketiadaan warung makan dan tempat inap."Desa Mingar memiliki 5 Dusun yang dihuni oleh 357 Kepala Keluarga (KK). Penduduk kita sebanyak 1088 jiwa," papar Isa. (detikTravel/d)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Aksi Sosial Ramadan, PC Himmah Kota Tebingtinggi Berbagi Takjil Selama Tiga Hari

Pariwisata

ATR Sumut Minta Polemik Surat Edaran Wali Kota Medan Disikapi Bijak

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut