Denpasar (SIB)- Pengamat pariwisata Ida Bagus Surakusuma menilai atraksi pawai ogoh-ogoh pada malam pengrupukan, sehari menjelang Nyepi atau Tahun Baru Saka di Bali memiliki daya tarik bagi wisatawan sehingga perlu dikemas sebagai paket wisata."Sentuhan-sentuhan seni, hasil kreativitas masyarakat secara swadaya yang tumbuh dari bawah menjadi daya tarik tersendiri yang perlu sentuhan bisnis sehingga mampu menghasilkan nilai ekonomis," kata Ida Bagus Surakusuma yang juga Direktur PT Pacific World Nusantara di Denpasar, Selasa.Masyarakat Bali terutama kalangan anak-anak muda setiap tahun sehari menjelang Nyepi menggelar atraksi pawai ogoh-ogoh keliling dalam lingkungan wilayah desa adat masing-masing atau keliling kota."Atraksi itu murni tumbuh dari swadaya masyarakat sebagai ekspresi keindahan manusia Bali yang diwujudkan dalam berbagai bentuk karya seni, dan momentum itu ditunggu-tunggu oleh wisatawan," ujar Surakusuma yang akrab disapa Gus Lolec.Pada malam penggrupukan itu, selama ini rutin digelar pawai ogoh-ogoh yang mengetengahkan ratusan bahkan ribuan ogoh-ogoh antara lain menyerupai sosok raksasa berwajah menyeramkan, bertaring, mata melotot, lidah menjulur dan perut buncit dengan rambut gimbal awut-awutan yang mampu menarik perhatian penonton.Pelaksanaan pawai ogoh-ogoh itu sepenuhnya mendapat pengamanan dari petugas keamanan desa adat (pecalang) yang selama ini pelaksanaannya lancar dan tertib.Ida Bagus Surakusuma menambahkan atraksi pawai ogoh-ogoh tidak kalah menariknya dengan kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB), aktivitas seni tahunan yang berlangsung selama sebulan penuh.Kedua aktivitas itu baik pawai ogoh-ogoh maupun PKB hingga kini masih memerlukan sentuhan-sentuhan dengan melibatkan komponen pariwisata, agar hasil kreativitas masyarakat itu mampu memberikan nilai tambah."Oleh sebab itu Pemerintah Provinsi Bali maupun kabupaten/kota dapat merangkul komponen pelaku pariwisata untuk memanfaatkan potensi seni dan budaya seperti PKB dan pawai ogoh-ogoh untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Bali," harap Ida Bagus Lolec. (Ant/c)