Nezu Shrine, Surga Tersembunyi di Tengah Sibuknya Tokyo

- Minggu, 09 September 2018 13:05 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir092018/hariansib_Nezu-Shrine--Surga-Tersembunyi-di-Tengah-Sibuknya-Tokyo.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Tokyo (SIB) -Tokyo bukan cuma riuhnya Shibuya, berkelasnya Ginza, atau keriaan Shinjuku. 

Coba tarik napas sejenak dari kesibukan ketiga wilayah itu yang penuh dengan lalu-lalang orang. Mampirlah ke salah satu kuil tua di Tokyo yang ada di pusat kota. 

Tak terlalu terlihat memang karena sekelilingnya adalah taman dan perumahan. Namun, menapakinya ke dalam, kita akan dibawa ke sebuah surga tersembunyi yang begitu cantik. Namanya, Nezu Shrine. Nezu Shrine terletak di kawasan Bunkyo (Nezujinja), Tokyo. 

Sebuah gerbang besar berwarna merah dan tugu menjadi penunjuk lokasi kuil yang didirikan oleh pangeran legendaris dari Dinasti Yamato yaitu Yamato Takeru. 

Mulanya, kuil ini didirikan di wilayah Sendagi. Namun, pada masa Shogun Tokugawa Tsunayoshi, kuil ini dipindahkan sebagai perayaan dirinya memilih Tokugawa Ienobi sebagai penerusnya. Sebagai hadiah, Ienobi boleh memilih lokasi kuil baru sebagai dewa pelindungnya. 

Lorong Bambu (Torii) 

Begitu masuk ke dalam, suasana tenang akan langsung menyambut. Pohon-pohon hijau nan rindang memayungi setiap langkah menuju kuil bagi penganut Shinto ini. Adem sekali rasanya meski hari itu Tokyo masih 32 derajat celcius. 

Belum lagi sahut-sahutan suara tonggeret yang terdengar seperti sedang menyambut para tamu yang datang. 

Bangunan kuil tua ini terbagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama, yakni sebuah tempat ibadah yang ada di atas bukit. Tempat ibadahnya cukup kecil hanya sekitar 7 meter panjangnya. Di sekelilingnya tumbuh bunga-bunga azalea yang mekar di bulan April. 

Untuk mencapai tempat ibadah ini, warga ataupun tamu yang datang harus menapaki puluhan anak tangga. Di sebelah kiri tempat ibadah, tampak mencolok gerbang-gerbang bambu berwarna oranye yang berdiri berderetan secara memanjang. 

Teringat sesuatu? Yap, deretan gerbang bambu oranye ini mirip sekali dengan spot foto populer belakangan ini yang ada di Fushimi Inari di Kyoto. 

Nah, kalau kamu sedang berlibur ke Tokyo, enggak perlu lagi jauh-jauh ke Kyoto kan untuk dapatkan foto yang oke. Beranjak dari deretan bambu oranye itu, sebuah bangunan lebih besar terletak di bagian bawah. Inilah tempat ibadah utama dari Nezu Shrine. 

Di sini juga terdapat lapangan yang cukup luas untuk menggelar perayaan lebih besar seperti pesta pernikahan atau pun festival bunga Azalea (tsutsuji festival).

 

Di bagian luarnya, sebuah tong besar berisi air yang biasa digunakan warga Jepang untuk membasuh mukanya sebelum memulai beribadah. 

Tak jauh dari tempat itu, kamu akan menemukan sebuah taman yang sangat indah. 

Di sana, sebuah pohon besar yang berdiri menjulang sendiri di antara deretan pohon dari bunga azalea yang lebih rendah. Nikmati indahnya, hirup udara segarnya, serap energinya. "Orang Jepang percaya jika datang ke kuil ini, mereka akan juga turut menyerap energi-energi yang ada di dalam kuil," ucap pemandu tur kami, Tomita Hideyoshi. (Kps/f)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

ATR Sumut Minta Polemik Surat Edaran Wali Kota Medan Disikapi Bijak

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Pariwisata

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal