Bencana Alam Pengaruhi Kunjungan Wisata ke Sumut

- Minggu, 13 Januari 2019 15:31 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir012019/1052_Bencana-Alam-Pengaruhi-Kunjungan-Wisata-ke-Sumut.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Ilustrasi.

Medan (SIB) -Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, Hidayati mengakui, bencana alam yang terjadi diakhir tahun 2018 dan awal 2019 di Sumut, membuat penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan Danau Toba dan daerah wisata Sumut lainnya. Faktor bencana alam itu membuat para turis takut berlibur ke sejumlah daerah wisata di Sumut, terutama ke kawasan Danau Toba. "Memang penurunan ini akibat kejadian bencana alam yang terjadi belakangan ini, sehingga mempengaruhi kunjungan jumlah pariwisata di Sumut," katanya kepada wartawan di Medan, Selasa (8/1).

Walaupun begitu, kata dia, pihaknya ke depan akan berusaha untuk meningkatkan kembali kunjungan wisatawan ke Sumut dengan membuat sejumlah program. "Kami akan membuat program serta melakukan penataan destinasi serta membuat fasilitas-fasilitas pendukung, antara lain berupa taman yang menjadi lokasi berswafoto, membuat toilet dan lainnya. Juga meningkatkan kuliner halal," ujarnya.

Selain itu, kata dia, juga akan diadakan beberapa event besar pada tahun ini. Event itu meliputi acara adat pada suatu daerah yang akan dipromosikan kepada wisatawan lokal dan luar negeri. "Sebuah tempat wisata bila hendak dikunjungi oleh ratusan dan bahkan ribuan wisatawan, haruslah dimulai dari sadar pariwisata, atau perlakuan baik dari masyarakat setempat. Sebab saat ini masih ada beberapa wilayah atau tempat wisatawan di Sumut, di mana masyarakatnya masih rendah akan sadar pariwisatanya. Karenanya, kami akan melakukan sadar pariwisata kepada daerah tersebut," katanya.

Tidak hanya mempromosikan pariwisatanya saja, kata dia, pihak juga akan bekerjasama dengan beberapa lembaga lainya untuk dapat mendatangkan para wisatawan ke Sumut sepanjang tahun 2019 ini. "Kami akan melakukan promosi keluar dan dalam negeri sendiri. Tentunya dengan memanfaatkan peran dari industri pariwisata travel, pemandu dan hotel. Mudah-mudahan ini bisa tercapai," katanya.

Selain itu, kata Hidayati, sampah juga menjadi masalah utama bagi dunia pariwisata saat ini. "Banyak wisatawan nusantara dan mancanegara yang peka terhadap kebersihan lingkungan saat ini. Karenanya ke depan kita akan melakukan bekerjasama dengan beberapa investor untuk pengolahan sampah di kawasan Danau Toba dan objek wisata lainnya di Sumut," kata dia.

Sampah-sampah itu, sambungnya, nantinya akan diolah menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi. Tentu ini akan dapat menguntungkan masyarakat yang tinggal di daerah wisata tersebut. "Masalah sampah ini menjadi perhatian serius dalam dunia pariwisata, saat ini. Karenanya dengan program ini ke depan, kita bisa mengatasi masalah sampah di wilayah objek-objek wisata yang ada di Sumut ini nantinya," ujarnya mengakhiri. (A11/q)

Berita Terkait

Pariwisata

Aksi Sosial Ramadan, PC Himmah Kota Tebingtinggi Berbagi Takjil Selama Tiga Hari

Pariwisata

ATR Sumut Minta Polemik Surat Edaran Wali Kota Medan Disikapi Bijak

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut