Pengembangan Danau Toba Harus Melibatkan Masyarakat Pesisir

- Minggu, 10 Maret 2019 16:25 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir032019/2142_Pengembangan-Danau-Toba-Harus-Melibatkan-Masyarakat-Pesisir.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Mey Hendika Girsang
DANAU TOBA : Pesisir Danau Toba wilayah Haranggaol Horisan Kabupaten Simalungun tampak indah, Kamis (7/3).

Simalungun (SIB) -Pemerintah saat ini sedang giatnya mengembangkan destinasi pariwisata Danau Toba. Berbagai program telah dilakukan di antaranya peningkatan jalan lingkar, bandara dan pelabuhan.

Bukan itu saja, saat ini sudah ada KMP Ihan Batak yang siap memanjakan pengunjung untuk menikmati panorama Danau Toba. Bahkan, pelestarian danau itu pun sudah dikonsep agar bersih dari pencemaran.

"Tentu, hal ini sangat kita apresiasi. Namun demikian, untuk mendukung program pemerintah mewujudkan Danau Toba menjadi destinasi wisata unggulan, harus melibatkan masyarakat pesisir," kata warga Silimakuta Rafles Purba dan Eduward Saragih saat berkunjung ke Danau Toba wilayah Haranggaol, Kamis (7/3).

Rafles menerangkan, masyarakat pesisir yang dimaksudnya adalah warga yang berdomisili persis di pinggiran Danau Toba seperti Haranggaol, Nagori Sihalpe, Bage, Tongging, Silalahi, Nagori Purba Pasir, Nagori Purba Horisan dan lainnya.

"Intinya, masyarakat desa atau dusun yang berada persis di pesisir Danau Toba, dilibatkan dalam pengembangan kawasan Danau Toba," ujarnya sembari menyebut, mayoritas pekerjaan warga pesisir itu nelayan dan petani.

Menurut Rafles, supaya masyarakat benar-benar mendukung, sehingga tidak terjadi gesekan di lapangan saat pemerintah menjalan programnya ataupun pertentangan dengan adat istiadat setempat. Kalau dilibatkan, masyarakat pesisir pun akan berperan mengembangkan Danau Toba.

"Sama halnya dengan perusahaan yang ada di Danau Toba, mereka melibatkan masyarakat sekitar dalam perusahaan itu. Sehingga ketika terjadi gejolak, banyak warga yang berpihak kepada perusahaan tersebut," ujarnya.

Hal senada disampaikan Edu. Disebut, tanpa melibatkan masyarakat pesisir dalam mengembangkan wisata Danau Toba, hal itu sulit terwujud. Pasalnya, warga sekitar merasa kecewa, jika hanya melihat program pemerintah di kampungnya sendiri, sehingga kerap muncul niat tidak baik.

"Oleh karenanya, mari libatkan masyarakat pesisir untuk mengembangkan destinasi wisata Danau Toba. Minimal, dua orang setiap dusun yang berada persis di pesisir Danau Toba, agar Danau Toba cepat menjadi wisata andalan di Indonesia," harapnya. (D06/d)

Berita Terkait

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Pariwisata

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Pariwisata

PGN Masuk 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi TIME