Denpasar (SIB)- Pengamat pariwisata, Nyoman Sumada mengatakan resesi ekonomi yang melanda sejumlah negara di kawasan Eropa dan hingga kini belum pulih sepenuhnya, tidak mengurangi minat wisatawan dari benua itu melakukan perjalanan wisata ke Pulau Bali."Banyak penerbangan yang mendukung kadatangan pelancong dari sejumlah negera di Eropa untuk berlibur ke Pulau Dewata agar bisa bersantai sejenak setelah bekerja keras di negerinya," kata Nyoman Sumada di Denpasar, Selasa.Kedatangan turis asal Inggris, Belanda, Jerman dan Prancis mengalami peningkatan cukup bagus bahkan tertinggi hingga 15 persen, dan berada dalam deretan sepuluh besar negara asal turis di Bali, hanya wisatawan asal Rusia yang sedikit berkurang di pertengahan tahun 2014.Nyoman Sumada yang juga praktisi industri pariwisata Bali menyebutkan angka kunjungan wisatawan dari Benua Eropa ke Bali selama Januari-Juni 2014 mencapai 326.663 orang atau 18,92 persen dari jumlah turis yang datang ke daerah itu sebanyak 1,7 juta orang."Resesi ekonomi masih dirasakan, tetapi tidak menyurutkan minat turis negeri itu ke Bali, seperti warga negara Prancis selama Januari-Juni 2014 sebanyak 53.815 orang bertambah 15,76 persen dari periode yang sama sebelumnya hanya 46.487 orang," katanya. Wisatawan asal Inggris yang terbang langsung ke Bali selama enam bulan I-2014 tercatat 56.897 orang atau naik 9,8 persen dari periode yang sama 2013 hanya 51.807 orang. Sementara turis Jerman yang datang ke Bali bertambah delapan persen menjadi 44.315 orang. Catatan Dinas Pariwisata Bali menyebutkan kunjungan turis Belanda juga tidak mau ketinggalan atau meningkat hingga 14,22 persen dari sebanyak 28.888 orang selama Januari-Juni 2013 menjadi 32.996 orang enam bulan pertama 2014."Masih ramainya kunjungan turis Eropa ke Bali, meyakinkan bahwa target kunjungan wisatasan asing ke Bali pada 2014 sebesar 3,5 juta orang, sebagaimana sasaran yang ditetapkan pemerintah selama periode tahun ini, bisa tercapai," kata Nyoman Sumada. (Antara/i)