Houtong, Kota Kucing Menggemaskan di Taiwan

- Minggu, 07 April 2019 12:19 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir042019/7762_Houtong--Kota-Kucing-Menggemaskan-di-Taiwan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/SAM YEH/AF
Kota Houtong di Taiwan.

Saat tiba di Houtong, utara Taiwan, turis bisa langsung tahu siapa bintang yang sebenarnya.

Ada jembatan berbentuk kucing, mangkuk makanan kucing di sisi jalan setapak, rambu jalan dengan motif kucing, kafe bertema kucing, dan tentu saja, kucing yang berkeliaran santai.

Pada awal 1900-an, kota ini adalah kawasan penambangan batu bara terbesar dan paling maju di Taiwan. Kota ini adalah kawasan yang makmur dengan sekitar 6.000 penduduk dan pekerja, sebelum tambang itu tak lagi beroperasi pada tahun 1990.

Karena sebagian besar anak mudanya pindah ke kota lain untuk mendapatkan peluang hidup yang lebih baik, Houtong berubah menjadi kota sepi dengan hanya 100 orang penduduk.

Namun pada 2010, nama Houtong kembali populer setelah seorang pecinta kucing dan fotografer mulai menulis blog tentang pertumbuhan populasi kucing liar di kota itu.

Semenjak semakin banyak tulisan mengenai Houtong yang terbit, kota ini menjadi destinasi wisata wajib bagi para pecinta kucing yang datang ke Taiwan.

Ramainya kedatangan turis menjadi sumber pendapatan baru bagi penduduk setempat.

Kawanan kucing liar di Houtong dirawat dengan penuh kasih sayang oleh penduduk dan sukarelawan.

Pemerintah setempat juga mulai memperbaiki fasilitas dan layanan publik di Houtong demi menambah kenyamanan pengunjung.

Beberapa fasilitas yang dibangun pemerintah ialah jembatan kucing bagi pejalan kaki dan pusat informasi mengenai kucing dibangun pada 2010.

Sebuah museum yang didedikasikan untuk sejarah kota tambang Houtong juga tak lupa dibangun 2010.

Kota ini juga menggelar festival kucing sejak 2012.

Semua usaha tersebut tampaknya membuahkan hasil. Houtong sekarang didatangi sekitar 1 juta pengunjung setiap tahunnya.

Tapi Houtong, yang sekarang menjadi sorotan, tidak sepenuhnya sempurna.

Menurut pemberitaan media lokal, Houtong malah dianggap sebagai tempat pembuangan kucing.

Dalam survei terbaru, Kantor Perlindungan Hewan dan Inspeksi Kesehatan Pemerintah Kota Taipei memperkirakan bahwa sekarang desa itu menampung 286 ekor kucing, 50 ekor lebih banyak dari dua tahun lalu.

Sebagian orang juga berpendapat bahwa kesehatan kawanan kucing liar di sana mengkhawatirkan karena terlalu sering berinteraksi dengan manusia, seperti dielus dan diberi makan.

Pemerintah Taipei telah bekerjasama dengan penduduk dan sukarelawan untuk memvaksinasi dan memberikan perawatan medis secara teratur untuk kawanan kucing liar.

Sejumlah papan informasi juga dipajang di sudut jalan agar pengunjung berperilaku ramah terhadap kawanan kucing liar yang ditemui.

Houtong berjarak sekitar satu jam perjalanan kereta dari Stasiun Taipei.

Untuk mencapai Stasiun Houtong, turis dapat naik kereta di Jalur Yilan menuju Ruifang. (CNNI/h)

Berita Terkait

Pariwisata

Aksi Sosial Ramadan, PC Himmah Kota Tebingtinggi Berbagi Takjil Selama Tiga Hari

Pariwisata

ATR Sumut Minta Polemik Surat Edaran Wali Kota Medan Disikapi Bijak

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut