Ada 'Sepotong' San Francisco di Batam

- Minggu, 05 Mei 2019 12:22 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir052019/4562_Ada---039-Sepotong--039--San-Francisco-di-Batam.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Dok. Kementerian Pariwisata
Jembatan Barelang di Batam, Kepulauan Riau.
Kota San Francisco di Amerika Serikat terkenal dengan Jembatan Golden Gate yang memberi pemandangan indah. Serupa tapi tak sama, Indonesia juga punya jembatan dengan panorama demikian, tepatnya di Barelang di Batam, Kepulauan Riau.

Bernama Jembatan Barelang, jembatan ini menjadi ikon kota. Terik matahari siang dan sore membuat pemandangan jembatan ini sekelebat mirip dengan Golden Gate di San Francisco.

Sebagai kota transit, tentu saja Batam menawarkan kisah tentang jembatan sepanjang 642 meter layaknya sepotong San Francisco di Indonesia.

Jembatan Barelang yang diprakarsai oleh mantan Presiden Indonesia B.J. Habibie pada tahun 1991. Namanya diambil dari singkatan BAtam, REmpang, dan gaLANG.

Fungsi jembatan ini menghubungkan tiga pulau besar (Batam, Rempang, dan Galang) serta beberapa pulau kecil yang termasuk dalam Kepulauan Riau.

Sering disebut "Golden Gate Mini", Jembatan Barelang terlihat begitu menawan dengan latar belakang laut dan pulau-pulau kecil di sekelilingnya.

Bila biasanya para fotografer mengabadikan Barelang dari sisi sebelah kiri atau persisnya berada di ikon miniatur Jembatan Barelang, sesekali patut dicoba berburu matahari terbit dan mengabadikan jembatan yang terlihat paling megah dan besar di antara lima jembatan lainnya di Batam ini dari sisi kanan.

Untuk mencapainya, butuh mendaki sekitar 1 kilometer ke sisi kanan jembatan, menyusuri tepian laut, hingga akhirnya bisa melihat Barelang secara menyeluruh.

Agar mendapat pemandangan sunrise, turis harus berangkat sejak pagi, sekitar pukul 04.30.

Pasalnya jarang ada kendaraan umum, seperti Damri, dari Kota Batam ke Jembatan Barelang yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan. Matahari baru akan terbit sekitar pukul 05.50.

Selepas berburu foto tidak ada salahnya mencicipi kuliner khas Kota Batam; Sup Ikan Yong Kee Istimewa yang berada di komplek Nagoya City Centre Blok E No 8-9, Nagoya, Batam.

Rumah makan ini buka setiap hari pukul 08.00-22.00. RM Yong Kee menjual aneka olahan makanan laut, namun yang menjadi menu andalan adalah sup ikan yang berbahan dasar Ikan Tenggiri.

Ikan Tenggiri yang disajikan sungguh lembut dan nikmat. Tak mengherankan karena rumah makan ini mengolahnya dari bahan baku ikan tenggiri yang masih segar.

Kuah dengan bumbu yang tidak terlalu tajam juga menambah kesegaran dan makin menonjolkan rasa asli dari ikan.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwsata, Guntur Sakti di Batam, Minggu (21/4) mengatakan, keindahan Kota Batam menjadi daya tarik sendiri bagi para pencinta fotografi, mulai dari lanskap yang indah hingga panorama alam yang menawan.

"Lanskap di Kota Batam, tidak hanya indah di pandang. Tetapi indah juga di kamera. Jadi para traveler mari datang ke Batam, abadikan dan sebarkan di sosial media," kata Guntur. (CNNI/d)

Berita Terkait

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Pariwisata

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Pariwisata

PGN Masuk 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi TIME