Kota di Jepang Ini Larang Turis Makan Sambil Berjalan

- Minggu, 19 Mei 2019 11:24 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir052019/3714_Kota-di-Jepang-Ini-Larang-Turis--Makan-Sambil-Berjalan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/dok. Prefektur Kanagawa
Ilustrasi Prefektur Kanagawa

Jalan-jalan mencari street food, jadi salah satu aktivitas wisata menyenangkan. Tapi, di kota ini, makannya pas pulang saja ya!

Sebuah wilayah di Jepang, Kamakura, tepatnya berada di Prefektur Kanagawa akan memberlakukan peraturan bagi turis yang datang ke berbagai tempat dengan jajanan pinggir jalan untuk makan sambil berjalan. Peraturan ini mulai efektif mulai 1 April lalu.

Seperti dikumpulkan dari berbagai sumber, Selasa (14/5) kegiatan makan atau bersantap memang dianggap salah satu cara melihat tindakan orang lain di Jepang. Mereka menganggap makan merupakan sebuah hal yang harus dilakukan secara serius.

Rupanya, tindakan makan sambil berjalan ternyata dianggap tidak sopan di Jepang. Budaya di Jepang, umumnya seseorang makan sambil duduk dengan kondisi yang nyaman dan tenang.

Namun, hal lainnya yang juga jadi pertimbangan adalah banyaknya sampah yang menumpuk. Ditambah, perilaku turis yang kadang membuat orang lain resah. Seperti makanan tersenggol, saus tumpah dan lainnya.

Nyatanya, pemberlakuan aturan ini menjadi kontradiksi. Menurut Norikazu Takahasi, ketua asosiasi pedagang di Komachi malah tidak setuju dengan aturan ini. Karena street food adalah sebuah atraksi wisata yang ditawarkan Jepang.

"Kita tidak bisa melarang tindakan makan sambil berjalan, karena ini adalah salah satu cara berwisata. Kami ingin menjadikan jalanan ini tempat di mana wisatawan dan penghuni bisa merasa nyaman," ujarnya kepada Japan Times.

Sebenarnya, aturan ini pun sebenarnya hanya sebatas 'pengingat'. Lantaran aturan hanya akan dipasang di berbagai jalan. Namun apabila turis melanggar, tidak dikenakan denda atau penalti.

Aturan ini sebenarnya juga sudah berlaku di Pasar Nishiki, Kyoto. Mereka melarang orang makan sambil berjalan lantaran alasan yang sama, sampah dan dapat mengganggu satu sama lain.

Jajanan pinggir jalan atau street food menjadi salah satu atraksi wisata paling dicari di Jepang. Namun di satu sisi, makan sambil berjalan bersinggungan dengan budaya lokal, meski ternyata sebagian besarnya 'memaklumi' turis. Toh, mereka cuma sekadar jalan-jalan.

Bagaimana menurut traveler? (detikTravel/q)

Berita Terkait

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Pariwisata

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Pariwisata

PGN Masuk 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi TIME