Medan (SIB)
Objek-objek 'Toba Supervolacano' yang merupakan rangkaian historis dan geologis terbentuknya Danau Toba dari letusan dahsyat Gunung Toba pada 74.000 silam, dinilai sebagai 'diorama' sesungguh nya yang bisa menjadikan Danau Toba sebagai pesona wisata Monaco di Asia.
Pakar geologi yang juga konsultan pariwisata nasional, Ir Jonathan Ikuten Tarigan, menegaskan pesona alam berupa topografi curam dan bukit bergelombang di kawasan Danau Toba, menjadi faktor pendukung utama atas efek pemandangan (scenery) yang indah sebagai menu pelancongan yang bisa mengimbangi pesona dan daya tarik objek-objek wisata yang ada di negeri Monaco.
"Menko Maritim Rizal Ramli ketika itu tentu punya alasan tersendiri untuk mengagendakan pengembangan pariwisata Danau Toba menjadi 'Monaco'-nya di Asia. Dia tentu sudah melihat potensi dan komparasi Monaco dan Danau Toba, plus kebijakan menetapkan 10 daerah tujuan wisata unggulan di Indonesia dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang meliputi objek Danau Toba yang terdiri dari potensi wisata pantai dan bahari pada enam destinasi wisata unggulan: potensi geologi atau volcano park berupa gunung api aktif atau pegunungan, atraksi wisata budaya (heritage), satwa langka, flora-fauna langka, perikanan air tawar, dan situs-situs adat-budaya kuno penuh legenda di sekitar Danau Toba," papar Jonathan Tarigan kepada pers di Medan, Sabtu (14/12).
Dia mencetuskan hal itu dalam presentasi khusus agenda wilayah pengembangan strategis (WPS) pariwisata Karo, khususnya dalam misi pengembangan paket wisata aktifitas rohani pada destinasi budaya kuno yang selama ini sarat dengan kisah legenda maupun nuansa mistis-okultisme.
Tanpa menanggapi wacana Monaco Asia yang belakangan ini senyap, Jonathan menegaskan daya tarik pesona pada destinasi lintas Danau Toba. Misalnya: Tongging atau air terjun Sipiso-piso di Tanah Karo, Monumen Silahisabungan di Pantai Silalahi di Dairi, menara pandang Tele-Pusuk Buhit-Harian di Samosir, Bakkara-Tipang di Humbahas, Bukit Hutaginjang serta Pantai Muara Sipinsur di Taput, Semenanjung Uluan dan Dolok Tolong di Tobasa. Lalu di Simalungun meliputi kota gerbang turis Parapat, Teluk Panahatan, Tanjung Unta, Bukit Simarjarunjung, serta Haranggaol.
Panorama indah itu terbentuk oleh dinding kawah gunung api besar Supervolcano Toba, yang terjal dan dalam tapi dapat dinikmati pada lintasan jalan raya lingkar luar Danau Toba ataupun dengan melakukan jelajah (cruise) keliling danau dengan kapal wisata dari Tomok dan Ajibata. Pada sisi lain, topografi curam dinding kaldera di antara pantai landai dan luas akan sangat menguntungkan secara sosial ekonomi bila dikelola dengan membangun sarana wisata gaya Monaco berupa bangunan rekreasi tradisional bertaraf internasional seperti berjemur (sun bathing) atau aktifitas tirta-bahari lainnya.
"Daya tarik ala Monaco juga bisa dikemas dengan paket bangunan diorama atau museum geologi yang memuat kisah geologis terangkatnya pulau Samosir, sebuah pulau di dalam pulau, berukuran 20 km x 60 km, dari dasar danau ke atas permukaan laut pada ketinggian 1.450 m di atas permukaan laut. Ini adalah kisah keilmuan populer yang unik tiada duanya di bumi ini serta situs geologis di pulau Samosir yang menunjukkan perubahan iklim global (global climatic change) di masa lampau dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan umumnya dan bagi peminat geowisata Amerika." katanya optimis.
Dia mencontohkan, Danau Bodensee di Jerman selama ini 600.000 Wisman setiap tahunnya. Danau Como di Italia merupakan kawasan wisata sejak abad pertama dari para bangsawan (Grand Tur) dengan kunjungan wisatawan 1.600.000 wisatawan pertahun. Danau Windermere di Cumbria Inggris dikunjungi 1.3 juta wisatawan yang membuka lapangan kerja setara 35.000 pekerja. Perancis mengklaim bahwa danau Annecy adalah danau terindah dan terbersih di dunia dengan kunjungan 2.5 juta wisatawan setiap tahunnya yang memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Itu berarti, destinasi wisata berupa danau di Eropa itu bisa jadi cermin menyusun strategi cepat-tepat untuk menarik wisman Eropa ke Danau Toba. Selain daya tarik alam atau geowisata, wisata budaya berupa potret sosial masyarakat setempat juga memiliki peran kunci untuk menarik kunjungan wisatawan seperti di destinasi Sapa (Vietnam) yang kini ramai dikunjungi wisatawan Eropa. Pada tahap awal, Jonathan mencontohkan objek wisata diorama dan museum volcano park Gunung Merapi pasca erupsi gunung tersebut beberapa tahun lalu, kini telah meraup hampir 1 juta turis per tahunnya. (M04/d)