Siapa Mau Nginap di Hotel dari Es?

- Minggu, 29 Desember 2019 11:40 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2019/12/6609_-Siapa-Mau-Nginap-di-Hotel-dari-Es-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Asaf Kliger/icehotel.com
Barang-barang yang terbuat dari es di Icehotel

Sudah 30 tahun hotel es pertama di dunia ini didirikan. Di sini, pengunjung bisa merasakan berada di ruangan yang dinginnya hampir -5 derajat celcius. Brr!

Berlokasi di Jukkasjarvi, Swedia, hotel es ini dibuat oleh Ynge Bergvist pada tahun 1989 dan diperbarui setiap tahun. Bangunan terbarunya dibuat oleh 33 seniman dari 16 negara yang menghabiskan waktu berminggu-minggu, salah satu bangunannya adalah menara setinggi 4 meter yang bisa didaki oleh para tamu.

Pembaharuan es biasanya dibuat pada bulan Maret. Sekitar 2.500 es ton dikumpulkan dari Sungai Torne yang membeku. Es dikumpulkan di gudang pendingin ketika konstruksi dimulai pada bulan Oktober.

Pada ulang tahun Icehotel yang ke 30, terdapat 30 bintang yang diukir di langit-langit. Acara dilakukan di aula upacara Gingkgo, sebagai penghormatan pada pohon Gingkgo China.

Sekitar 1000 balok es digunakan untuk membangun fasilitas terbaru, termasuk lampu-lampu gantung yang berisi 1000 kristal es. Ada juga ukiran es terbaru dari Jonathan dan Marnie Green yang membuat "A Night at the Theatre".

Ukiran yang dibuat terdiri dari tirai berukir es dan rusa beku serta auditorium dengan enam kursi es. Ada pula "Bone Room" karya Robert Harding yang terdiri dari pahatan tulang raksasa.

Selain itu ada "The Day After" karya Marjolein Vonk dan Murizio Perron yang menampilkan lampu gantung beku. Tak kalah memukau, ada IceBar "TorneLand" yang digambarkan sebagai taman hiburan yang dingin dengan roller coaster berukir es, permainan dan balon udara panas mengelilingi bar.

Menurut IceHotel, lebih dari satu juta orang telah mengunjungi tempat ini semenjak dibuka pada tiga dekade lalu. Sebelum menginap, para tamu ditawarkan kursus bertahan hidup untuk membantu beradaptasi dengan lingkungan beku. Mereka juga memiliki pilihan untuk tidur di kamar yang dingin atau hangat.

Menurut Tripadvisor, untuk menginap di hotel ini pengunjung dikenakan harga sekitar Rp 4.000.000 per malam. Harga itu sudah termasuk sarapan dan beberapa fasilitas lainnya seperti antar jemput bandara dan akses ski. Hotel ini tersedia dari 14 Desember hingga 7 Maret 2020. (detikTravel/q)

Berita Terkait

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Pariwisata

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Pariwisata

PGN Masuk 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi TIME