Li Jiang Sungai Paling Romantis di Dunia?

- Minggu, 29 Desember 2019 11:48 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2019/12/9417_Li-Jiang-Sungai-Paling-Romantis-di-Dunia-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Sungai Li

Di kelilingi perbukitan karst, kabut, dan suara alam, sungai di sini jadi yang paling ikonik di China. Semua seakan-akan ada di negeri dongeng, jadi romantis banget.

Sungai Li atau Li Jiang berada di Kota Guilin, Guangxi, China. Cantik bak negeri dongeng membuat banyak penyair China di masa lampu yang menjadikan Li River sebagai sumber inspirasi.

Dihimpun dari berbagai sumber, Kamis (14/11), Sungai Li memiliki panjang 437 km. Sungai Li mengalir dari Pegunungan Mao'er di Xing'an ke arah selatan melalui Gulin, Yangshuo dan Pingle.

Mari mulai membahas keindahan yang dimiliki oleh Li Jiang. detikers bisa pasti seringkali melihat gambaran sebuah pemandangan sungai yang di kelilingi oleh bukit karst, sedikit tertutup kabut, pepohonan di sisinya dan siluet pagoda dari kejauhan.

Ilustrasi ini seringkali ditemukan di film animasi atau karya seni China. Gambaran pemandangan tadi adalah wujud nyata dari Li Jiang.

Sangat sulit untuk tidak jatuh cinta pada sungai ini meski baru memikirkan gambaran tadi. Inilah alasan Li Jiang menjadi sungai paling ikonik di China.

Sungai Li di Guilin sendiri memiliki panjang 83 km. Sebagai sungai besar, Li Jiang menjadi sumber beberapa kanal yang dialirkan ke pemukiman.

Salah satu kanalnya adalah Linggu River. Kanal ini menjadi salah satu yang tertua di China, karena telah dibangun sejak 214 sebelum masehi.

Pemerintah tahu betul akan pesona sungai satu ini. Sungai Li dijadikan obyek wisata yang bisa dijelajahi dengan perahu bambu tradisional atau kapal pesiar.

Sembari berkeliling sungai, sejarah tentang sungai ini menjadi pendamping yang pas. Penemuan Li Jiang menjadi penemuan harta karun alam yang begitu dibanggakan China.

Alkisah sungai ini ditemukan oleh orang-orang primitif China sekitar 8.000 tahun yang lalu. Diiris oleh erosi dan cuaca, Li Jiang semakin mempesona dari waktu ke waktu.

Muncullah masa di mana kerajaan-kerajaan berkuasa di China. Saat itu dinasti yang berkuasa adalah Qin dan dikepalai oleh Raja Qin Shi Huang. Sang Raja Qin mendengar tentang keindahan sungai ini. Sehingga dibangunlah kanal dengan nama Linggu River. Dari sinilah Guilin terbentuk.

Dinasti berganti. Guilin semakin bersinar karena ditopang kekayaan alam. Pada masa dinasti Song dan Tang, kanal-kanal menjadi salah satu transportasi dalam mengantarkan makanan ke berbagai daerah di China. Ini mengapa Li Jiang menjadi bagian penting dalam sejarah dan budaya China.

Ada beberapa tempat yang bisa dinikmati di Li Jiang. Sebut saja Reed flute cave, Elephant Trunk Hill, Seven Star Park, Linggu Canal, dan 20 Yuan Note.

Yang paling ikonik adalah 20 Yuan Note. Karena pemandangan ini dijadikan sebagai gambar dalam uang kertas China senilai 20 Yuan. Katanya, saking cantik Li Jiang, kamu akan dibuat mau foto-foto atau menikmati pemandangan terlebih dahulu.

Waktu terbaik untuk menikmati Sungai Li adalah bulan April sampai Oktober. Kalau kamu datang di akhir bulan Mei sampai April, Li Jiang akan tambah romantis karena lebih banyak kabut.

Seorang penyair yang hidup di jaman dinasti Tang mengabadikan Li Jiang ke dalam kata-kata. Syair tersebut dikenang sampai sekarang.

"Hembusan angin sungai seperti pita sutra hijau, sementara bukit-bukit seperti jepit rambut giok," tulisnya. (detikTravel/t)

Berita Terkait

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Pariwisata

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Pariwisata

PGN Masuk 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi TIME