Aneka Tempat Wisata yang Bisa Hilang dari Muka Bumi

- Minggu, 12 Januari 2020 14:57 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/01/8790_Aneka-Tempat-Wisata-yang-Bisa-Hilang-dari-Muka-Bumi.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Thinkstock
Glacier National Park, salah satu tempat wisata yang diprediksi bisa segera hilang.

Pemanasan global membuat beberapa tempat di bumi juga ikut berubah. Dari sekian banyak tempat wisata dunia, beberapa di antaranya ditaksir bisa segera hilang.

Keindahan alam membuat sejumlah tempat menjadi daya tarik wisata bagi suatu negara. Sebut saja Gunung Kilimanjaro di Tanzania, Afrika.

Menjadi salah satu gunung tertinggi dunia, Kilimanjaro punya daya tarik lain yaitu gletser. Namun perubahan semakin panasnya suhu bumi membuat gletser mencari.

Diintip dari berbagai sumber, Puncak gunung yang tertutup salju itu kini mulai telanjang. Menurut Telegraph, 85 persen es di Gunung Kilimanjaro akan menghilang di tahun 2020.

Gunung Kilimanjaro bukan satu-satunya destinasi yang akan kehilangan pesonanya. Gletser Alaskan pun demikian.

Alaska Columbia Glacier dinilai menyusut drastis. Gletser ini pertama kali didokumentasikan pada tahun 1794 dengan panjang 41 mil atau sekitar 66 km.

Tapi karena pemanasan global, Alaska Columbia Glacier mulai mencari. Tahun 2020 diperkirakan hanya ada gletser sepanjang 42 km.

Lanjut lagi ke Montana di Amerika Serikat. Montana punya Glacier National Park yang jadi salah satu destinasi kebanggaannya. Sayang, taman es ini semakin lama akan menghilang. Taman nasional ini sudah menyusut lebih dari sepertiganya antara tahun 1966 sampai 2015.

Menurut beberapa peneliti, Taman Nasional Gletser ini akan habis tak bersisa pada tahun 2030. Sehingga kamu yang penasaran dengan keindahan gletser Montana harus datang secepat mungkin.

Perlahan tapi pasti, Glacier Point di Taman Nasional Yosemite juga mulai dikhawatirkan. Untuk itu, pihak taman nasional akan menutup jalur ikonik ini pada tahun 2021-2022.

Kota Venesia juga tampaknya mulai mengkhawatirkan. Kota kanal kebanggaan Italia ini baru saja mengalami banjir terparah sepanjang 50 tahun.

Terkenal sebagai wisata romantis, Venesia juga mulai kelebihan wisatawan. Hal ini dipercaya akan mempercepat kerusakan pada arsitektur dan infrastruktur kota abad pertengahan.

Selain itu, banjir berulang yang terjadi menjadikan kota kanal ini semakin tak layak huni. Sedikit berbeda dari wisata lainnya yang diprediksi bisa segera menghilang, ada Barcelona. Bedanya, Barcelona akan lebih sulit dikunjungi di tahun-tahun ke depan.

Kelebihan wisatawan seperti Venesia, Wali Kota Barcelona berjanji akan membatasi kunjungan wisatawan pada tahun 2020. Upaya yang dilakukan adalah membatasi masuknya kapal pesiar dan perluasan bandara. Sehingga nantinya kota ini akan semakin sulit untuk dikunjungi. (detikTravel/d)

Berita Terkait

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Pariwisata

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Pariwisata

PGN Masuk 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi TIME