Kejayaan Air Terjun Sikulikap Seakan Kembali Lagi

Redaksi - Minggu, 19 Januari 2020 14:59 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/01/864_Kejayaan-Air-Terjun-Sikulikap-Seakan-Kembali-Lagi.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto: SIB/Dok
Sampuren Sikulikap: Sempat lama terbengkalai, kini di rawat dan dipoles, Sampuren Sikulikap mulai ramai dikunjungi wisatawan.

Tanah Karo (SIB)

Sempat lama terbengkalai dan tidak terawat, saat ini air terjun (sampuren istilah setempat,red) Sikulikap Desa Doulu Kecamatan Berastagi seakan kembali pada kejayaannya seperti di era tahun 80 dan 90-an. Keindahan alam serta panorama Sikulikap yang memiliki kekhasan tersendiri membuat wisatawan lupa waktu.

Menjadikan kembali Sampuren Sikulikap menjadi salah satu primadona tujuan wisata di Kabupaten Karo seperti dulu bukanlah merupakan hal yang mudah, apalagi sempat lama terbengkalai. Ide, gagasan, serta imajinasi untuk memoles kawasan hutan sekitar air terjun merupakan "PR" berat. Mimpi dua pemuda Karo alumni IPB, Ardian Surbakti dan Kristian Ginting kini mulai membuahkan hasil.

"Sejak kerjasama kita dengan Kehutanan Provsu melalui UPT Balai Tahura terjalin, kami mulai mengemas tempat ini. Ketika libur Tahun Baru 2020 lalu, seribuan orang perharinya berkunjung menikmati udara segar serta indahnya panorama yang tidak akan didapatkan oleh wisatawan di kawasan perkotaan," ujar Ardian didampingi Kristian, kepada wartawan Minggu (12/1).

Seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi saat ini wisatawan paling suka melakukan selfi. Lokasi dan tempat yang menarik untuk berfoto, diyakini sebagai salah satu daya tarik untuk memikat turis. Pembangunan sejumlah titik spot, mulai dari pintu masuk rimba sampai kawasan air terjun dibangun dan dikemas dengan nuansa jungle (hutan).

"Walau ada penambahan bangunan berupa titik spot foto, rest area (peristirahatan), dan lintas jungle trek, konsepnya tetap bernuansa jungle. Kesan berwisata di hutan tetap kita jaga. Karena itulah yang menjadi daya tarik tersendiri berwisata ke Sampuren Sikulikap. Ini harus dijaga dan tidak boleh dihilangkan," ujar keduanya.

Sejumlah wisatawan lokal Sumut yang ditemui di lokasi wisata mengatakan, cukup puas dengan panorama kawasan Sampuren Sikulikap. Perjalanan sekitar 1 kilometer dari pintu masuk hingga lokasi jatuhnya air terjun, tidak terasa jauh. Hal ini seiring indahnya latar belakang pemandangan sambil berfoto ria.

"Asik bang, view nya indah. Jarak tempuh juga tidak lama. Biaya bertamasya kemari relatif murah. Bawa makanan dari luar juga boleh, tinggal pilih di pondok mana menyantap hidangan yang kita bawa. Pengelolanya ramah dan tempat parkir tetap dijaga oleh petugas. Tidak ada beban meninggalkan kendaraan dalam menikmati liburan" ujar Hermansyah wisatawan asal Kota Medan. (BR2/d)

Berita Terkait

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Pariwisata

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Pariwisata

PGN Masuk 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi TIME