Uniknya Sawah Jaring Laba-laba dan Terasering di Manggarai Timur

Redaksi - Minggu, 14 Juni 2020 18:52 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir062020/_4584_Uniknya-Sawah-Jaring-Laba-laba-dan-Terasering-di-Manggarai-Timur.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
travel.kompas.com
Sawah Lodok di Manggarai Timur, NTT

Sawah Kolot dan Sawah Belang adalah persawahan di Desa Golonderu, Kecamatan Kotakomba, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sawah- sawah ini memiliki keunikan karena petak sawah yang berbentuk terasing ini berlokasi di lereng-lereng bukit. Desa Golonderu sendiri merupakan desa paling utara di Kotakamba, dekat perbatasan dengan Kecamatan Elar Selatan.

Desa Golo Nderu memiliki beberapa anak Kampung yaitu Kampung Taga, Koit, Lantong, Perong, Pejek dan beberapa anak kampung lainnya.

Pemandangan indah sawah milik masyarakat Desa Golo Nderu adalah persawahan terunik di wilayah utara dari Kabupaten Manggarai Timur. Belum banyak yang mengenal keunikan persawahan ini.

Jika kamu ingin mengunjungi desa ini, harus melewati ruas jalan yang cukup rusak serta melewati Kali Wae Ghera.

Kali Wae Ghera salah satu kali yang menghubungkan Desa Rana Mbeling dengan Desa Golonderu serta beberapa Desa di Kecamatan Elar Selatan.

Pankrasius Purnama, penjelajah lokal Kabupaten Manggarai Timur yang kerap berkeliling Floers menuturkan, bahwa tanah di Desa Golo Nderu juga menghasilkan beberapa hasil komoditas.

Komoditas itu seperti kopi, kacang tanah, kacang buncis, kacang bali, dan beberapa jenis kacang lainya serta Halia.

Namun warga setempat harus rela melakukan perjalanan berjam-jam ke ladang mereka karena akses jalan tani belum memadai.

Desa Golo Nderu sangat terisolir selain jalan dan jembatan yang belum memadai, jaringan telekomunikasi juga belum memadai. Sementara itu, penerangan Desa Golo Nderu dibantu oleh PLTA.

Purnama menjelaskan, pelancong yang suka adventure atau perjalanan wisata solo untuk menikmati suasana alam dan model persawahan orang Manggarai Timur, lebih baik memilih berwisata ke persawahan Kolot dan Belang.

"Situasi di persawahan ini juga tenang, sejuk dan jauh dari keramaian. Benar-benar menyenangkan hati untuk menyepi dan meneguhkan apalagi tidak bisa berkomunikasi dengan dunia luar serta tak bisa mengakses internet karena signal telekomunikasi belum bisa di desa tersebut," jelasnya.

Tempat swafoto terbaik

Hamparan persawahan Kolot dan Belang yang terdapat di Desa Golonderu menjadi tempat swafoto bagi para penikmat adventure atau warga yang suka traveling dengan menjelajahi tempat-tempat unik di seluruh Indonesia.

"Biasanya anak-anak kampung sering swafoto dengan latarbelakang hamparan persawahan di dua tempat tersebut," jelasnya.

Pusat Kopi

Selain dari sawah, warga di Desa Golonderu juga petani kopi.

"Setiap tahun petani di seluruh kampung di Desa Golonderu selalu memetik kopi serta tanaman perdagangan. Jadi cocok konsep berwisata agrobisnis," jelasnya. (Kps.com/f)

Berita Terkait

Pariwisata

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Pariwisata

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Pariwisata

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan

Pariwisata

Dagangan Daging Babi Bersih dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Rico Waas Keliru, GAMKI Minta Surat Edaran Dicabut

Pariwisata

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Pariwisata

PGN Masuk 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi TIME