Jadi Ikon Wisata Menarik, Alur Tano Ponggol Didesain Sesuai Kearifan Lokal

Redaksi - Minggu, 21 Juni 2020 18:16 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir062020/_9903_Jadi-Ikon-Wisata-Menarik--Alur-Tano-Ponggol-Didesain-Sesuai-Kearifan-Lokal.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Kominfo Samosir
TINJAU: Presiden RI Joko Widodo saat meninjau pembangunan pengerukan dan pelebaran Tano Ponggol di Pangururan beberapa waktu lalu. 

Samosir (SIB)

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang sedang menyelesaikan pekerjaan pelebaran alur Tano Ponggol di Danau Toba, Kabupaten Samosir, akan menjadikan lokasi ini sebagai icon menarik.

Danau Toba merupakan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas, dipersiapkan untuk mendukung produktivitas di sektor pariwisata pada tatanan normal baru (new normal) akibat Covid-19.

"Kementerian PUPR mengalokasikan dana sebesar Rp. 1,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur di KSPN Danau Toba, termasuk untuk Kabupaten Samosir" jelas Kepala Bappeda Samosir, Rudi Siahaan, kepada wartawan, Jumat (19/6) di Pangururan.

Dia mengatakan, pada tatanan normal baru untuk hidup berdamai dengan Pandemi Covid-19, sektor pariwisata akan mampu rebound dengan cepat. "Kementerian PUPR tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur di KSPN, termasuk Kabupaten Samosir," imbuhnya.

Dijelaskan Rudi, bahwa pekerjaan pelebaran alur Tano Ponggol dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dengan kegiatan utama pelebaran dan pendalaman alur. "Akan menjadi icon menarik wisatawan, karena dapat dilalui kapal pesiar," ujarnya.

Selanjutnya ditambahkan, bahwa pembangunan pengembangan kawasan Tano Ponggol menggunakan konsep pengembangan daerah tepian air, dengan pola waterfront city untuk wisata air. "Pengembangan kawasan Tano Ponggol merupakan pekerjaan terpadu yang dilakukan oleh Ditjen SDA dan Ditjen Bina Marga," kata Rudi.

Pelebaran alur Tano Ponggol akan disesuaikan dengan desain jembatan Tano Ponggol. "Maka direncanakan kapal besar akan bisa melintas," kata mantan Camat Simanindo itu.

Rudi juga menjelaskan, jembatan Tano Ponggol sebagai satu-satunya akses darat keluar masuk Samosir, oleh karena itu jembatannya akan didesain sesuai kearifan lokal adat Batak.

Konstruksi fisik jembatan menurutnya, akan dimulai tahun ini dengan alokasi anggaran Rp. 175,5 miliar dengan desain memiliki 2 lajur. "Dengan desain kearifan lokal, tentunya akan menjadi ikon wisata baru di Sumatera Utara," pungkasnya.

Untuk diketahui, saat ini progres pengerukan dan Tano Ponggol telah mencapai 93 persen. Pelebaran dari 25 meter menjadi 80 m sepanjang 1,2 kilometer.

"Sementara kedalamannya dari 3 m menjadi 8 m, akan memindahkan tanah sebanyak 571.562 m³ untuk mendapatkan elevasi dasar alur pada 897 mdpl, dimulai Desember 2017 lalu dengan anggaran mencapai Rp.320,55 miliar," sebut Rudi. (BR 11/d)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Libur Imlek 2026, Objek Wisata Danau Toba di Sirukkungan Ramai Pengunjung

Pariwisata

Dishub Samosir Alih Kelola Parkir Sementara, PAD Naik hingga Tiga Kali Lipat

Pariwisata

Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Sumut Gelar Aksi Damai, Dukung Kapolrestabes Medan Berantas Kejahatan

Pariwisata

Fadli Zon Tinjau Cagar Budaya di Samosir, Dorong Huta Simarmata Jadi Cagar Budaya Nasional

Pariwisata

Pungli Berujung Perusakan Bus, Polisi Tangkap Warga Belawan

Pariwisata

Air Mancur Lapangan Adam Malik Mati, Pemko Siantar Siapkan Reaktivasi