Perjalanan ke Sejumlah Kota Hantu di Tiongkok

Redaksi - Minggu, 21 Juni 2020 18:20 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir062020/_1579_Perjalanan-ke-Sejumlah-Kota-Hantu-di-Tiongkok.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
dok. screenshot video Twitter @SCMPNews
Penjelajahan sejumlah kota hantu di Tiongkok. 

Mickey Tang adalah satu dari sekian banyak penjelajah urban yang melakukan tur ke sejumlah 'kota hantu' di seantero Tiongkok. Ia mengatakan, penyiaran petualangannya secara live streaming bisa membuat tiap langkah jadi tak terlalu menyeramkan.

"Setiap kota maupun wilayah selalu punya area yang ditinggalkan. Tempat-tempat yang kemudian dijuluki kota hantu ini sering kali jadi rumah bagi benda tak berasal dari zaman sekarang," kata Tang dilansir dari laman video South China Morning Post, Senin, 15 Juni 2020.

Tang percaya, tempat-tempat seperti ini sangat menarik dijelajah dan bisa memunculkan perasaan berbeda dari tiap orang. Salah satu yang kedapatan disambanginya adalah bekas studio film tak jauh dari kota Shanghai.

"Dalam pengertian saya, reruntuhan sesungguhnya memang seperti studio film. Saat masuk ke sana, tanpa cahaya, dengan suara bangunan hampir roboh, saya seperti berada di dimensi berbeda," ucapnya.

Tang mengatakan, beberapa kota hantu bisa dimasuki kapanpun karena tak ada sama sekali orang di sana, sementara sejumlah bangunan, seperti properti bekas pabrik maupun perusahaan, masih dijaga.

Tang sendiri merupakan warga Shanghai yang sebagian penghasilannya sekarang masuk lewat tayangan live streaming penjelahan ke kota-kota hantu.

"Jadi, viewer tak hanya akan melihat foto atau video, melainkan seolah menjelajah bersama saya," katanya.

Komentar yang langsung muncul pun disebutkan Tang membuatnya seolah tak menjelajah sendiri ke dalam bangunan tua. "Kadang, kami bisa saja menemukan hal aneh dan saya justru menyadari banyak hal karena komentar viewer," sambung Tang.

Para pelaku penjelajahan disebut urbex ini dikatakan Tang punya agenda dan aturan masing-masing. "Saya sendiri punya aturan untuk tak mengungkap lokasi persis kota hantu yang saya datangi," tuturnya.

"Saya tak ingin area ini jadi didatangi banyak orang karena berbahaya dengan berbagai bangunan yang bisa roboh kapanpun. Tak semua orang punya kewaspadaan yang sama. Juga, mungkin saja nanti barang berharga di sini malah dibawa pulang," tandasnya. (Lip6/d)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Libur Imlek 2026, Objek Wisata Danau Toba di Sirukkungan Ramai Pengunjung

Pariwisata

Tiongkok Klaim Bisa Lumpuhkan Starlink! Senjata 20 Gigawatt Ini Bikin Dunia Geger

Pariwisata

Pungli Berujung Perusakan Bus, Polisi Tangkap Warga Belawan

Pariwisata

Air Mancur Lapangan Adam Malik Mati, Pemko Siantar Siapkan Reaktivasi

Pariwisata

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Pariwisata

Kejati Sumut Tahan Tersangka Korupsi Proyek KSPN Danau Toba