Goa Babaliang, Potensi Wisata di Danau Toba yang Terpendam

Redaksi - Minggu, 13 September 2020 18:52 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/09/_4605_Goa-Babaliang--Potensi-Wisata-di-Danau-Toba-yang-Terpendam.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto: Dok/Warga Haranggaol Horisan
GOA BABALIANG: Goa Babaliang yang terletak di pesisir Danau Toba tepatnya di Desa Liang Atas Kecamatan Haranggaol Horisan Kabupaten Simalungun memiliki potensi wisata yang terpendam, Sabtu (5/9). 

Simalungun (SIB)

Goa Babaliang yang terletak di pesisir Danau Toba tepatnya di Desa Liang Atas Kecamatan Haranggaol Horisan Kabupaten Simalungun menyimpan potensi wisata terpendam. Batu-batu indah menempel di dinding goa yang terukir secara alami.

Di dalam goa terdapat jalan persimpangan, sedangkan di bibir goa disuguhi pantai Danau Toba yang eksotis. Udaranya sejuk, panoramanya menawan.

Menuju tempat itu bisa ditempuh melalui jalur danau menggunakan kapal dan bisa juga melalui jalur darat. Namun, jika lewat jalur darat, jalannya rusak parah, sehingga sulit dilalui kendaraan.

Selain menyuguhkan keindahan, goa itu memiliki legenda, Goa Babaliang tersebut tembus hingga ke Raya.

Legendanya, kata warga Esron Sinaga, Sabtu (5/9) bahwa zaman dahulu kala ada seorang nelayan asal Samosir yang sudah pernah mengarungi goa itu secara tidak sengaja. Nelayan itu bermarga Turnip. Awalnya dia mencari ikan bersama anjing kesayangannya menggunakan kapal dari Samosir hingga menepi di bibir goa.

Saat menepi itu, anjing nelayan melompat ke dalam goa sembari menggonggong. Mengira ada hewan buruan, nelayan itu terus mengikuti anjingnya ke dalam goa hingga 30 hari lamanya.

Setelah 30 hari di dalam goa, nelayan itu tersesat. Namun secara tidak sengaja, nelayan tersebut melihat akar pohon jeruk yang menembus ke dalam goa. Lalu dia menarik akar tersebut dan akhirnya roboh menimpanya.

Setelah roboh, nelayan melihat cahaya dan melihat awan, ternyata ia sudah selamat dari lubang goa. Kemudian ia keluar dari lubang itu dan melihat ada beberapa ibu menumbuk padi. Para ibu terkejut dan melarikan diri sambil berteriak, “datang manusia dari bawah tanah”. Sebab, seluruh telinga nelayan tersebut sudah habis dimakan kelelawar sewaktu berada di dalam goa.

Namun, nelayan itu tidak menghiraukan hal tersebut. Dia hanya berpikir, bahwa ia sudah selamat dari lobang tersebut dan sudah berada di suatu desa yaitu Desa Raya.

“Nelayan itu bahagia karena selamat dari lobang goa, dan dia berfikir, bahwa ia diselamatkan pohon jeruk. Akhirnya marga Turnip tersebut merobah marganya menjadi marga Munthe, karena “utte” (jeruk) yang menyelamatkannya. "Begitulah ceritanya. Jadi, kawasan itu memiliki potensi wisata yang menarik, karena selain suasananya yang menakjubkan, goa ini juga memiliki legenda. Jika ditata dengan baik, bisa mendatangkan wisatawan," kata warga bermarga Sinaga tersebut. (S06/d)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Kejati Sumut Terima Pengembalian Kerugian Rp 13,1 Mi dari Kasus Korupsi Proyek KSPN Danau Toba

Pariwisata

Sinode HKI ke-65, 4 Calon Ephorus dan 5 Calon Sekjen Bersaing Lewat Mekanisme Cabut Undi

Pariwisata

Balap Liar Ganggu Arus Lalu Lintas di Depan Mie Gacoan-SPBU Simpang Mangga Rantauprapat

Pariwisata

Libur Imlek 2026, Objek Wisata Danau Toba di Sirukkungan Ramai Pengunjung

Pariwisata

Bobby Afif Nasution Gaungkan Gerakan ASRI di Pantai Sorake, Serukan Wisata Bersih

Pariwisata

Dishub Samosir Alih Kelola Parkir Sementara, PAD Naik hingga Tiga Kali Lipat