Kota Terbaik untuk Melihat Bintang Ada di Italia

Redaksi - Minggu, 27 September 2020 11:08 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/09/_4921_Kota-Terbaik-untuk-Melihat-Bintang-Ada-di-Italia.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
dok. Clement Fillietroz-Onlus Foundation
Suasana langit malam di Kota Saint-Barthelemy Valley di Valle dAosta, Italia.

Sebuah kota di Italia dinobatkan sebagai kota pertama di negara tersebut sebagai tempat terbaik melihat bintang oleh Starlight Foundation.

Dilansir dari Lonely Planet, Sabtu (19/9), Starlight Foundation yang merupakan bagian dari UNESCO, menobatkan kota Saint-Barthelemy Valley di Valle d’Aosta dengan Starlight Stellar Park guna melindungi langit malam dan hak atas cahaya bintang.

Kota di utara Italia yang juga disebut Lignan itu merupakan tempat sempurna bagi pengamat bintang karena dikelilingi pegunungan, sehingga tidak terkena polusi cahaya.

Penghargaan Starlight Stellar Park diberikan Starlight Foundation kepada area-area dengan kualitas langit yang sangat baik sebagai hasil dari perlindungan dan konservasi.

Kota Saint-Barthelemy Valley merupakan kota keempat di dunia yang mendapatkan penghargaan tersebut.

Sebab, kota tersebut menawarkan langit malam penuh bintang yang bisa diamati melalui teleskop atau mata telanjang.

Daerah tersebut juga tidak padat penduduk. Selain itu, langkah-langkah khusus juga telah diambil untuk menerangi dusun sembari menjaga langit agar tetap gelap.

Lampu jalanan didesain dengan menggunakan lampu LED. Pencahayaannya mengarah ke jalanan dan tidak ke langit. Desain ini merupakan bagian dari proyek Exo-Eco.

Proyek tersebut didanai sebuah program kerja sama lintas perbatasan antara Perancis dan Italia bernama European Interreg Alcotra Project.

Program tersebut berfokus pada ruang publik, observatorium, dan planetarium di Kota Saint-Barthelemy Valley.

“Kami bangga bahwa Lignan merupakan Starlight Stellar Park pertama di Italia,” kata Director dari Clement Fillietroz-Onlus Foundation Jean Marc Christille, mengutip Lonely Planet.

Clement Fillietroz-Onlus Foundation merupakan lembaga yang mengelola observatorium dan planetarium di area tersebut.

“Ini merupakan perjalanan yang panjang dan rumit. Langkah awalnya dimulai pada 2009 saat Direktur pada saat itu, Professor Enzo Bertolini, mengetahui Starlight Initiative," ujar dia.

Marc melanjutkan, bertahun-tahun kemudian, pihaknya berhasil menyelesaikan perjalanan tersebut berkat proyek Exo-Eco yang selesai pada akhir September setelah lebih dari tiga tahun bekerja. (Kps.com/d)


Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Bupati Humbahas Serahkan Bantuan Sembako ke Warga Terdampak Bencana di Tarabintang

Pariwisata

Taklukkan SMPN 10, Futsal SMPN 4 Pematangsiantar Melaju ke Final BT Cup 2

Pariwisata

Wali Kota Pematangsiantar Apresiasi Prestasi Internasional Siswa SMP Bintang Timur

Pariwisata

Libur Natal 2025, Tingkat Hunian Hotel di Parapat Menurun

Pariwisata

Film Karya Siswa SMP Bintang Timur Tayang Perdana di Bioskop Pematangsiantar

Pariwisata

Unit Usaha Syariah Bank Sumut Serahkan Bantuan Laptop kepada Sekolah Bintang Rabbani