Singapura Siap Buka Pintu bagi Wisatawan Asing yang Sudah Divaksin Covid-19

Redaksi - Minggu, 31 Januari 2021 12:47 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir012021/_4407_Singapura-Siap-Buka-Pintu-bagi-Wisatawan-Asing-yang-Sudah-Divaksin-Covid-19.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
(Xinhua/Then Chih Wey)
Orang-orang berada di terminal 3 Bandara Changi Singapura (7/12/2020). Bandara Changi Singapura tampak sepi jelang menyambut Natal di Tengah Pandemi COVID-19. 

Pemerintah Singapura sejauh ini masih melarang wisatawan asing atau WNA (warga negara asing) berlibur di negara mereka. Negeri singa itu saat ini hanya mengizinkan perjalanan bisnis dan kunjungan pejabat dari negara tertentu secara terbatas.

Sedangkan, sebagian besar penduduk Singapura yang kembali dari negara lain harus mengisolasi diri di hotel yang ditentukan atau di rumah hingga dua minggu.

Namun mereka sedang mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing yang telah divaksinasi Covid-19. Termasuk di dalamnya adalah mereka yang berencana mengunjungi negara itu untuk Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang akan diselenggarakan pada Mei 2021.

"Kalau ada bukti yang jelas bahwa risiko penularan dapat diturunkan secara signifikan (dengan vaksin), kami pasti akan mempertimbangkan beberapa pelonggaran untuk aturan SHN (pemberitahuan tinggal di rumah) bagi wisatawan yang sudah divaksinasi," terang wakil kepala satuan tugas penanganan Covid-19 Singapura, Lawrence Wong, dilansir dari Channel News Asia, Senin 4 Januari 2021.

Singapura sendiri sudah memulai program vaksinasi nasional pada 30 Desember 2020. Kelompok pertama yang menjalani suntik vaksin itu adalah para petugas, peneliti, dokter dan perawat di Pusat Penyakit Menular Nasional Singapura (NCID).

Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan semua tenaga medis dari rumah sakit umum sampai swasta akan menjalani vaksinasi. Pada Februari 2021, mereka rencananya memvaksinasi para penduduk yang berusia 70 tahun ke atas.

Dari Swiss ke Singapura

Setelah itu, penduduk Singapura yang berusia di bawah 70 tahun dan warga asing yang mengantongi izin tinggal tetap akan menjalani vaksinasi. Pemerintah menyatakan vaksinasi itu tidak dipungut biaya.

Studi pemerintah menunjukkan hampir 60 persen orang bersedia divaksinasi. Namun, beberapa orang menyatakan keraguan karena rendahnya risiko infeksi di Singapura dan kekhawatiran tentang kemungkinan efek samping dari vaksin yang dikembangkan dengan cepat.

Wong mengatakan pembatasan masuk Singapura juga dapat ditinjau bagi pelancong yang divaksinasi untuk hadir pada WEF, yang biasanya menarik kehadiran ribuan politisi, pebisnis, dan selebritas dari seluruh dunia. Pertemuan tahunan itu telah dipindahkan dari tempat asalnya di Davos, Swiss, karena kekhawatiran penyebaran virus corona di Eropa. (Lip6/c)

Sumber
: Hariansib edisi cetak

Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Libur Imlek 2026, Objek Wisata Danau Toba di Sirukkungan Ramai Pengunjung

Pariwisata

Anak Wisatawan Asal Indonesia Tewas Tertabrak Mobil di Chinatown Singapura

Pariwisata

BPS: Nilai Impor Sumut Turun 5,23 Persen

Pariwisata

Andre Tanoto Perluas Investasi Ritel di Singapura, Nilai Transaksi Tembus Ratusan Juta Dolar

Pariwisata

Kapal Pesiar akan Kunjungi Batubara, Bupati Baharuddin : Potensi Promosi Destinasi Wisata dan Produk UMKM

Pariwisata

Polres Simalungun Ciptakan Rasa Aman di Tempat Pariwisata Saat Libur Tahun Baru