Gili Trawangan Kini Mati Suri

Redaksi - Minggu, 04 April 2021 11:43 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir042021/_6600_Gili-Trawangan-Kini-Mati-Suri.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
(Foto: ANTARA/Aprillio Akbar)
Gili Trawangan. 

Sebelum ditinggalkan karena pandemi Covid-19, Gili Trawangan sempat dijuluki sebagai surganya turis asing selain Bali.

Kondisi Pulau Gili saat ini tidak jauh berbeda dengan Bali. 'Mati suri' mungkin kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi Pulau Gili saat ini.

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung menemukan pintu keluar dan masih berlarut hingga saat ini, membuat Gili Trawangan yang merupakan wilayah yang bergantung pada sektor pariwisatan terlihat sangat memprihatinkan.

Memiliki banyak fakta unik dan menarik yang tersimpan apik di dalamnya. Berikut fakta yang dapat travelers ketahui sebelum berkunjung ke Gili Trawangan.

1. Berjalan kaki untuk mengelilingi pulau

Saat berada di Pulau Gili travelers dapat mengelilingi pulau hanya dengan berjalan kaki selama 2 jam loh! ini karena luas pulaunya yang hanya sebesar 3 x 2m.

Travelers bahkan bisa berjalan dari ujung timur pada pagi haru untuk melihat sunrise dan akan melihat sunset di ujung barat ketika sore hari nantinya.

2. Tempat pengasingan pemberontak

Siapa sangka bahwa Pulau Gili Trawangan dulunya merupakan pulau bekas pengasingan tahanan dan pemberontek. Di mana setidaknya ada 350an pemberontak yang pernah dibuang di sana sekitar tahun 1970-an.

3. Pulau tanpa kendaraan

Sesuai dengan aturan lokal, travelers tidak akan menemukan kendaraan bermotor di Pulau Gili. Apabila tidak ingin mengelilingi pulau dengan jalan kaki, Cidomo bisa menjadi alternatif transportasi pilihan yaitu sebuah gerobak yang ditarik oleh seekor kuda. Selain Cidomo masyarakat lokal biasanya juga menggunakan sepeda kayuh sebagai alat transportasi.

4. Zero tolerance bagi pencuri

Pulau Gili memiliki toleransi yang rendah bagi pencuri. Selain akan menyerahkan si pencuri ke pihak berwajib, security island terlebih dahulu akan mengarak pencuri tersebut keliling pulau dengan menggunakan pakaian bertuliskan "Saya Pencuri". Aturan ini tidak hanya berlaku untuk masyarakat setempat tetapi juga wisatawan.

5. Pulau mahal

Bukan tanpa alasan, harga kebutuhan di Pulau Gili terbilang sangat mahal, bahkan mencapai 3x lipat harga barang itu sendiri.

Hal ini tidak lepas dari akses pulau yang hanya bisa menggunakan fast boat atau perahu tradisional, jadi cukup sulit untuk pendistribusian barang.

Jadi untuk traveler yang ingin mengunjungi Gili Trawangan tapi tidak ingin mengeluarkan budget berlebih untuk keperluan pangan, pastikan kalian membawa cukup perbekalan ya untuk menemani liburan kalian! (dtt/f)

Sumber
: Hariansib.com edisi cetak

Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Naslindo Sirait Respon Positif Rencana Penghapusan Kredit Macet UMKM

Pariwisata

Penggugat UU IKN Kaget Dewan Etik MK Mati Suri

Pariwisata

Anggota DPRD Simalungun Sebut Pendidikan Harus Menjadi Skala Prioritas

Pariwisata

Sembuh Covid-19, Pejabat BPN Deliserdang yang Sempat Mati Suri Tawarkan Donor Plasma Konvalesen

Pariwisata

Berdoa Ala Lazarus ‘Hidupkan’ Marangkup Simanullang dari Mati Suri karena Covid-19

Pariwisata

Edarkan Ganja, WN Amerika Ditangkap di Gili Trawangan NTB