Medan (SIB)- Pelaksanaan safari wisata sepeda gembira “Karo Volcano Park Tour de Sinabung†pada 15 November 2014 di Tanah Karo, diprediksi berlangsung sukses karena didukung sejumlah pihak seperti TNI, perusahaan BUMN/UMD, LSM, plus sejumlah tokoh putra-putri Karo di berbagai kota atau perusahaan.Kordinator Komunitas Relawan Tanah Karo Hebat (RTKH), Hanna Bangun mengatakan, pihaknya selaku penyelenggara “Karo Volcano Park Tour de Sinabung†telah berupaya dan kordinasi optimal dengan menghimpun semua potensi masyarakat yang terlibat atau akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut, termasuk kalangan budayawan atau seniman, petani dan unsur masyarakat setempat.“Kami, komunitas Relawan Tanah Karo Hebat, selaku penyelenggara “Karo Volcano Park Tour de Sinabung†sangat gembira karena dukungan berbagai pihak ternyata sangat besar dan penuh antusias. Selain merupakan aksi peduli pada warga Karo yang hidup di kawasan vulkanik, safari dan promosi wisata alam Karo juga potensi wisata Volcano Park yang bernilai tinggi,†ujarnya di Medan, Rabu (5/11).Acara itu didukung satuan TNI khususnya Yonif 125 BS/Simbisa Kabanjahe, PLN Pusat melalui Direktur Konstruksi Energi Terbarukan Nasri Sibayang selaku salah satu putra terbaik Karo saat ini, BRI Perwakilan Tanah Karo, Bank Sumut melalui Ester Junita Ginting (Direktur Pemasaran Bank Sumut) selaku putri terbaik Karo dan sejumlah tokoh atau putra-putri terbaik Karo yang saat ini berkiprah bisnis di Telkomsel, PTPN 3 dan instansi pemerintahan lainnya.Sembari menunjukkan data sementara tentang jumlah peserta dan materi acara perjalanan wisata sepeda gembira tersebut, Hanna dan Jonathan menjelaskan, aksi bersepeda gunung dalam “Karo Volcano Park Tour de Sinabung†akan menempuh rute mulai kompleks lapangan dan panggung terbuka (openstage) Kota Berastagi, Tugu Sayur Kol di pertigaan (Kabanjahe, Berastagi, Simpang Empat), Jalan Udara (arah ke Simpang Empat), Simpang Empat, Desa Ndokum Siroga, Desa Perteguhen, Desa Surbakti dan Desa Tiga Pancur.“Sepanjang perjalanan di beberapa titik perhentian, para peserta sepeda gembira yang menggunakan sepeda gunung atau sepeda sport itu akan disuguhkan tari-tarian tradisional Karo oleh para grup kesenian setempat (Karo), makanan khas atau kuliner tradisional Karo seperti Cimpa atau Cipera, serta dialog dengan para petani atau masyarakat setempat,†ujar Jonathan. (A5/d)