Langkat (SIB)- Menjelajahi hutan beserta isinya kini jadi hobi tersendiri bagi para traveler. Anda yang gemar petualangan seperti itu wajib mencoba trekking ke Hutan Taman Nasional Gunung Leuser yang masuk dalam Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Liar banget!
Melakukan pendakian di gunung sudah biasa, kini saatnya travelers wajib coba menjelajahi hutan! Hutan Taman Nasional Gunung Leuser terletak di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang masih merupakan bagian dari kawasan ekowisata Tangkahan.
Hutan ini memiliki luas 1.942.000 ha. Sungguh luas bukan? Perjalanan awal sebelum memasuki hutan adalah menyusuri sungai kecil. Seru kan?
Setelah itu, barulah melakukan penjelajahan di dalam hutan TNGL. Di dalam hutan, sudah terdapat rute-rute yang harus kita lewati, dan juga tanda dilarang lewat. Jadi, jangan takut kesasar di dalam hutan. Selain itu, para traveler harus berhati-hati saat melakukan tracking.
Gunakanlah pakaian yang nyaman, juga sepatu yang tahan dengan segala kondisi, karena kalo tidak, bisa berbahaya bagi traveler. Anda juga akan terganggu oleh hewan yang bernama pacet, hewan melata yang satu ini suka sekali menempel ditubuh dan menghisap darah kita. Ih, geli!
Tapi tenang saja, ada ranger atau guide yang selalu melindungi kita dari ancaman apapun saat tracking. Di dalam hutan dapat ditemukan berbagai macam satwa unik yang tidak dapat ditemukan di tempat lain seperti Monyet Hutan berambut mohawk, juga aneka burung. Apabila Anda beruntung, Anda juga dapat melihat langsung Gajah Hutan!
Selain satwa di dalam hutan, juga terdapat berbagai macam tumbuhan yang punya keunikan sendiri loh seperti Pohon Kayu Raja, Tikus Meranti, hingga pohon Kompas. Jalur ekstrem, terjal, dan juga licin tidak mematahkan semangat untuk sampai tempat tujuan, yaitu sungai Sei Batang Serangan.
Di sungai ini, traveler dapat berenang, tubing, hingga lompat dari tebing dengan ketinggian 10 m. wow! Sungguh hal yang tidak boleh terlewatkan pada saat itu. Setelah puas dengan segala permainan di dalam sungai, hal yang paling ditunggu-tunggu setelah capek tracking seharian yaitu, makan siang!
Makan siang kali ini disajikan special karena makanan didesain dengan cantik, dan makanan yang dihidangkan pun sungguh lezat. Makan siang selesai,
tracking pun dilanjutkan. Kali ini rutenya berbeda, kita tidak lagi menginjak tanah, tetapi menyusuri sungai. Melawan derasnya arus, serta licinnya batu, menjadi tantangan tersendiri. (detikTravel/h)